• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

KPU Simalungun Dinilai Tak Profesional

Senin, 26 Agustus 2013 20:31 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Simalungun sangat jauh dari harapan khalayak khususnya mengenai Daftar Caleg Tetap (DCT) maupun Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Calon Anggota Legislatif April 2014 mendatang. Dalam hal tersebut masih banyak ditemukan kesalahan yang belum terselesaikan oleh anggota KPU Simalungun.   

Tim Seleksi (Timsel) calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) agar lebih selektif dalam menentukan Anggota KPUD Simalungun periode 2014-2019 mendatang. "Masa depan demokrasi bangsa khususnya di Kabupaten Simalungun sedikitnya bergantung pada Timsel anggota KPU Simalungun,"kata pengamat Politik Siantar-Simalungun Parluhutan Banjarnahor, Senin (26/8). Ia menyatakan kedepannya para calon anggota KPUD Simalungun akan menjadi "corong" pertama dalam upaya menciptakan sistem demokrasi yang jujur, adil dan transparan di lingkungan masyarakat khususnya di Kabupaten Simalungun.

Atas pertimbangan tersebut, Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU harus lebih memperhatikan integritas, kualitas dan independensi orang-orang didalam lembaga penyelenggara pemilihan umum itu harus diperhatikan. "setiap calon anggota KPUD Simalungun harus jadi sorotan, terutama calon incumben. Sebab, calon incumben akan lebih mudah dinilai publik apalagi berdasarkan hasil kinerja mereka selama ini. Pada kenyataannya saat ini masih banyak masalah yang ditemukan di dalam DPS Pilleg 2014 mendatang. Hal itu bisa dijadikan refrensi awal untuk menilai integritas dan kemampuan calon incumben,"ujarnya seraya berharap agar kedepannya anggota KPUD Simalungun diisi oleh sosok-sosok yang baru dan memiliki integritas yang tinggi demi terwujudnya demokrasi yang lebih baik.

Divisi Pengawasan dan Humas Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Simalungun Adil Saragih mengatakan dalam menjalankan tahapan pemilihan calon anggota legislatif pada 2014 mendatang, masih banyak ditemukan persoalan yang belum bisa teratasi khususnya mengenai Daftar Calon Tetap (DCT) maupun Daftar Pemilih Sementara (DPS). "Kita sudah surati KPU, tapi gak tau kenapa hingga saat ini belum dibalas,"katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Adil, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Simalungun menemukan setidaknya 9 bacaleg yang dianggap bermasalah dalam DCS. Dan untuk itu, akunya, pihaknya (Panwaslu Kabupaten Simalungun, red) telah menyurati KPUD Simalungun dengan harapan pihak KPUD akan melakukan perbaikan atas data yang telah mereka keluarkan. Parahnya, kondisi nyaris serupa juga terlihat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah diumumkan beberapa waktu lalu.

"Jika bukan tidak profesional dalam bertugas, lantas apa sebutan yang pas buat KPUD Simalungun,"ujarnya seraya mengaku enggan berspekulasi terlalu jauh terkait persoalan itu khususnya mengenai adanya beberapa orang anggota KPUD Simalungun yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota KPUD Simalungun periode 2014-2019. Walaupun demikian, aku Adil Saragih, secara pribadi dirinya berharap agar siapapun yang terpilih menjadi anggota KPUD Simalungun periode mendatang agar dapat lebih profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Sebab, tak hanya persoalan DCS maupun DPT, Panwas juga menemukan 18.557 Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Kabupaten Simalungun yang bermasalah. "Lagi-lagi, hal itu merupakan tanggung jawab KPUD Simalungun beserta jajarannya,"katanya.

Anggota Tim Seleksi KPUD Simalungun, Erika Saragih mengatakan pada dasarnya pihaknya akan menerima segala saran, masukan dari seluruh elemen masyarakat hingga 11 September mendatang. Segala saran, kritik dari masyarakat terhadap para calon anggota KPUD Simalungun itu nantinya akan dipertanyakan oleh Tim Seleksi Anggota KPUD Simalungun kepada para calon. "saran, kritik maupun hal lain terkait sosok para calon anggota KPU Simalungun akan jadi bahan pertimbangan bagi Timsel sebelum menentukan para calon yang lulus seleksi,"katanya seraya berharap, jikalau ada masyarakat yang ingin mengkritik/menuding salah satu calon sebaiknya dilengkapi dengan bukti yang autientik.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
470692 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas