Minggu, 23 November 2014
Tribun Medan

Kesan di Dalam Lubang Jepang

Sabtu, 7 September 2013 20:13 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, BUKIT TINGGI - Wisata Lubang Jepang meninggalkan beragam kesan pada peserta Test Drive Terios Discover The New Adventure Padang - Bukit Tinggi. Seram, kagum, sepi dan salut bersatu dalam satu rasa yang tak terungkapkan.

Bersama dingin dan segarnya udara kota wisata, jadwal acara telah menghentikan putaran roda Daihatsu New Terios di wisata Lubang Jepang. Takut dan heran tak dapat dibohongi muncul di diri para peserta.

"Seram ya, wuih tahun 1942 sudah ada ini terowongan,"ucap seorang wartawan asal Medan, Sabtu (7/9).

Belasan peserta dan beberapa tim Daihatsu New Terios dipandu seorang guide Lubang Jepang, Fikris. Pria separuh baya itu lancar dan sangat lihai menjelaskan juga menceritakan sejarah situs sejarah Kota Bukit Tinggi.

"Abang-abang dan kakak, dulu disini tempat persembunyian tentara Jepang yang memaksa warga pribumi untuk kerja paksa,"katanya.

Tak tanggung, 132 anak tangga, 1400 meter dan memiliki banyak ruang berbagai fungsi. Terowongan bawah tanah ini terjaga rapi keaslian segala bentuk bangunannya.

"Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata,"katanya.

Namun, tim terkesima dengan suatu ceritanya. Fikris mempertanyakan tiga hal yang belum terjawab, seperti, kemana tanah membangun lubang persembunyian ini ? Berapa jumlah pekerja yang dipaksa oleh tentara Jepang mengabdi ? Lalu, kemana pencipta lubang itu, kabarnya tak terdengar hingga kini.

Perjalanan pun semakin seru, saat peserta menembus pintu keluar lubang. Pasalnya, seluruh awak tim dihadapkan dengan anak tangga yang terhitung lebih dari 50 buah.

"Wuiih, capeknya, huuuu,"kata salah seorang peserta.

Tak peduli lelah, tim pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang. Tetapi kendaraan Daihatsu New Terios yang dinaiki para peserta berhasil melupakan semua letih yang ada.

Padatnya lalu lintas tak terasa, apalagi komunikasi antar rombongan tak berhenti via telepon satelit. Canda tawa begitu meriah hingga pukul 17.02 rombongan tiba di Bandara Minangkabau.

(rdn/tribun-medan.com)

Penulis: Raden Armand Firdaus
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas