• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Kejari Medan Setor Rp 1,8 Miliar Lebih PNBP dari Tilang

Selasa, 1 Oktober 2013 15:51 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Irfan Azmi Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Dari data rekapitulasi denda dan biaya perkara tilang pelanggaran lalu lintas yang dimiliki Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, menunjukkan bahwa angka pelanggaran lalu lintas dari semua jenis pengendara cukup tinggi di Medan.

Kasi Pidum Kejari Medan Dwi, di kantornya kepada Tribun menyampaikan bahwa priode Januari-September 2013 saja, terdapat total 14.594 perkara yang masuk ke pihaknya melalui jalus verstek (putus tampa menghadiri persidangan). Sementara untuk perkara pelanggaran yang disidang priode yang sama mencapai 34.575 perkara.

Tak tanggung-tanggung, Kejari Medan katanya hingga September 2013 sudah menyetorkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui perkara lalu lintas di Medan sebesar Rp 958.099.000 untuk jalur verstek dan Rp 900.507.000 untuk jalus persidangan.

"Kalau dilihat dari grafiknya memang naik. Itu semua akumulasi dari pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Medan, baik itu jenis sepeda motor, mobil dan kendaraan lainnya. Biasanya, biaya perkara akan kami setor saban minggu melalui Bank Bukopin Cabang Jalan Gajah Madan," ujarnya, Selasa (1/10).

Adapun jumlah uang yang terdata, kata Dwi tidak ada yang dipotong sedikitpun. Sebab staf bagian administrasi tilang Kejari Medan, dalam hal perkara lalu lintas tidak diberikan intensif oleh negara, tetapi hanya bertugas mendata perkara dan menyetorkan denda hasil tilang dari masyarakat.

Dari data yang diperlihatkan Dwi, untuk bulan Januari dalam perkara verstek tilang yang masuk ada sebanyak 1319 perkara dengan denda Rp 72.09.500 dan biaya perkara Rp 659.500. Februari terdapat 1905 perkara dengan denda Rp 100,530.000 dan biaya perkara Rp 952.500. Maret terdapat 1779 perkara dengan denda Rp 95.704.000 dan biaya perkara Rp 889.500.

Sementara untuk April katanya terdapat 1498 perkara vestek yang masuk dengan jumlah denda Rp 88.735.000 dan biaya perkara vestek sebesar Rp 749.000. Lanjutnya untuk bulan Mei terdapat 1558 perkara yang masuk dengan denda Rp 112.654.500 dan biaya perkara sebesar Rp 779.000. Juni tedapat 1915 perkara dengan denda Rp 137.425.000 dan biaya perkara sebanyak Rp 957.500.

Untuk bulan Juli dari data yang ditunjukkan Dwi terdapat 1288 perkara verstek yang masuk dengan denda Rp 93.160.000 dan biaya perkara Rp 644.000. Agustus sebanyak 1361 perkara masuk dengan denda Rp 99.150.000 dan biaya perkara sebesar Rp 680.500. Kemudian untuk bulan September terdapat 1971 perkara yang masuk dengan denda Rp 151.354.000 dan biaya perkara Rp 985.500.

"Dengan demikian untuk priode Januari sampai September 2013 jumlah perkara verstek yang masuk ke kita jika ditotal sebanyak 14.594 perkara dengan jumlah denda Rp 950.802.000 dan total biaya perkara Rp 7.297.000. Jika digabungkan jumlah biaya denda dengan biaya perkara verstek maka totalnya sebanyak Rp 958.099.000. Itulah yang disebut PNBP dan telah kami setorkan," terangnya.

Jika tadi perkara yang masuk dalam bentuk verstek, maka ada pula perkara yang mereka terima di mana si pelanggar lalu lintas mengikuti persidangan (putus hadir) di pengadilan. Dari data yang ia perlihatkan lebih mengejutkan, dimana angka pelanggaran lalu lintas di Medan Januari hingga September 2013 mencapai 34.575 perkara.

Adapun rinciannya adalah pada bulan Januari terdapat 2950 perkara yang putus hadir dengan denda Rp 62.355.000 dan biaya perkara Rp 1.475.000. Februari terdapat 5232 perkara putus hadir dengan denda Rp 117.885.000 dan biaya perkara Rp 2.616.000. Sementara untuk Maret terdapat 3047 perkara yang masuk dengan denda Rp 69.430.000 dan biaya perkada Rp 1.523.000.

Untuk April, data yang ia perlihatkan juga cukup tinggi. Di mana terdapat 3880 perkara putus hadir dengan denda Rp 89.560.000 dan biaya perkara Rp 1.940.000. Mei terdapat 2894 perkara tilang putus hadir dengan denda Rp 80.025.000 dan biaya perkara Rp 1.447.000. Kemudian untuk bulan Juni ada sebanyak 4683 perkara dengan denda Rp 137 juta dan biaya perkara Rp 2.341.500.

Kemudian untuk bulan Juli terdapat 3532 perkara dengan denda Rp 94.704.000 dan biaya perkara Rp 1.766.000. Agustus ada sebanyak 5427 perkara yang masuk dengan denda Rp 154.295.000 dan biaya perkara Rp 2.713.500. Sementara untuk September ada sebanyak 2930 perkara lalu lintas yang putus hadir dengan denda Rp 77.965.500 dan biaya perkara Rp 1.465.000.

Jika ditotal, terdapat 34.575 perkara lalu lintas di Medan priode Januari-September 2013 yang melalui proses persidangan putus hadir, dengan jumlah total denda Rp 883.219.500 dan total biaya perkara Rp 17.287.500. Kemudian jika dikalkulasikan antara denda dan biaya perkara lalu linta yang diputus hadir, maka terdapat dana Rp 900.507.000 yang akan disetor Kejari Medan sebagai bentuk PNBP.(Irf)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas