• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Medan

Pendidikan Anti Korupsi Dilakukan di Sekolah

Minggu, 6 Oktober 2013 10:03 WIB

Laporan Reporter Tribun Medan/Joko Susanto

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dari 80 SMA negeri dan swasta di Indonesia, SMA Negeri 17 Medan yang mewakili sekolah negeri  dari Sumatera Utara dalam mengadakan program pendidikan anti korupsi se-Indonesia,, seperti diungkapkan, Soagahon Simanungkalit, SH, selaku kepala SMA Negeri 17 Medan, di kantornya Jalan Jamin Ginting Medan.

Dia mengatakan, dari Sumatera Utara (Sumut) ada dua sekolah SMA yang mewakili program tersebut, dan SMA Negeri 17 Medan merupakan satu-satunya sekolah negeri yang mewakili, pada awalnya dari dinas pendidikan propinsi Sumut dan kota Medan menjelaskan agar membuat proposal kegiatan pendidikan anti korupsi yang ditujukan ke Kemendikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan).

“Kami  (SMA Negeri 17 medan) bersyukur, proposal yang kami ajukan lolos, kami di panggil Kemendikbud untuk mengikuti Diklat di Bogor, secara nasional hanya ada 80 sekolah yang proposalnya berhasil lolos, pada tanggal 27-30 juni lalu, kami diberikan bimbingan teknis untuk semua kepala sekolah,” paparnya.

Dia menambahkan, jumlah total dana proposal yang kami terima sebesar Rp. 60 juta, semua dana tersebut digunakan untuk pendidikan dari persiapan, sosialisasi, pembuatan website hingga media.

“Awalnya tujuan kami mengikuti program tesebut karena bisa mengembangkan website, mumpung ada tawaran program kami tersebut, kami mencoba membuat proposalnya dan bersyukur berhasil,” ungkapnya

Tambah Soagahon, dari program pendidikan anti korupsi, konsep yang berikan selama 3 hari, tanggal 07/9 ada kegiatan sosialisasi anti korupsi dibawakan kepala Dinas Pendidikan Kota Medan dan Kejaksaan Tinggi Sumut, untuk tanggal 28/9 ada Talk Show dibawakan Prof. Dr Syafruddin Kalo, SH., Mhum dan Lomba-lomba, untuk yang terakhir  tanggal 5/10 sebagai acara puncak yaitu Kampanye Anti Korupsi dan penyerahan hadiah pemenang.

“adapun tema yang kami angkat, melalui pendidikan anti korupsi tingkatkan kejujuran lingkungan sekolah, peserta yang mengikuti 150 orang dari siswa, guru, Kepsek dan Undangan sekolah SMA sub rayon 17 Medan (ada 12 sekolah swasta yang tergabung),” ujarnya.

Soagahon mengatakan, dalam puncak acara kampanye anti korupsi, diadakan lomba-lomba, pangelaran juara lomba, pembacaan ikrar anti korupsi,  hari ini merupakan puncak kegiatan, semua perlombaan  mengarah kepada anti korupsi, adapun jenis lomba yang ada meliputi, lomba Vokal Group, Forto folio, dan Sosiodrama

“Adapun konsep kampanye anti korupsi yaitu dengan meneriakkan slogan-slogan yang sudah dibuat secara lantang oleh masing-masing kelompok peserta, permainan bermakna anti korupsi dan kerjasama, pembacaan ikrar anti korupsi, sedangkan untuk kriteria peserta yang boleh mengikuti acara meliputi, adanya potensi kreatif, mampu mengangkat sebuah berita dan diabadikan dalam dokumen /mading, mampu mengangkat tentang korupsi, punya ide kreatif, mereka di bagi perkelompok-kelompok,” ungkapnya

Sambil berdiskusi dengan Tribun, Soagahon berbagi saran mengenai pembentukan kelompok pencegahan anti korupsi untuk siswa, ide tersebut di matangkan dan disambut baik oleh sekolah, bahkan di katakan dalam sambutan penutupan, ia berterimakasih dengan Tribun.

“Ide pembentukan kelompok pencegahan anti korupsi untuk siswa akan menjadi tindak lanjut dari kegiatan ini, yang berdiri di bawah naugan Osis sehingga tidak hanya sebatas ini saja,” ungkapnya

Dari pantauan Tribun siswa menyambut baik ide tersebut, dengan semangat Kepala Sekolah ikut turun kelapangan di terik matahari mengikuti jalanya kampanye anti korupsi, berbakaian baju biru dan ikat kepala bertuliskan Anti Korupsi menjadi tampak kompak, suasana jauh lebih semangat ketika slogan-slogan anti korupsi di ucapkan oleh ketua kelompok yang ada..

“Kami peserta pendidikan anti korupsi sub rayon 17 Medan, menyatakan, kami telah menerima pendidikan anti korupsi, kami akan memberantas korupsi dan kami tidak korupsi,” diucapkan Saogahon ketika membacakan Ikrar Anti Korupsi di ikuti semua peserta yang ada.

Dalam penutupanya Soagahon mengatakan, kalau ada indikasi korupsi segera ingatkan orang disekitar kita, kalau tidak mau biarkan dia menerima resiko. “Sekalipun orang tua kita, sahabat kita kalau korupsi haruslah dihukum, sebagai seorang siswa harus mampu mencegah tindakan korupsi,” ungkapnya

Sementara itu, Rasiman Padang, SPd., MM, selaku Kepala SMA Palapa, bagian dari Sub rayon 17 Medan mengatakan, kegiatan ini sangat bagus, antusias peserta terlihat, kami juga bangga menjadi bagian dari Sub rayon ini, karena berhasil lolos menjadi perwakilan Sumatera secara Nasional.

“Harapanya kegiatan ini berkesinambungan, semuanya bisa menerapkan norma-norma yang ada dan santun jangan dekati korupsi, sekolah kami dari awal diadakanya kegiatan ini hinga seterusnya, setiap apel pagi selalu memberikan pemahaman anti korupsi,” jelasnya.

Sedangkan Herawati, SPd, wakil Kepala sekolah SMA Dharma Bhakti mengatakan, pendidikan anti korupsi perlu dilanjutkan dan dilaksanakan serta dipraktekkan memberikan pengajaran sedini mungkin kepada anak.

(Cr2/trbun-medan.com)

Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
506122 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas