Jumat, 31 Juli 2015

Wakasek SMA Negeri 3 Medan Dicopot

Rabu, 13 November 2013 17:36

Wakasek SMA Negeri 3 Medan Dicopot
TRIBUN MEDAN/MAULINA SIREGAR
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Buntut kisruh yang terjadi antar siswa dan dan rebutan pengeras suara (mic) dengan guru pada saat upacara Peringatan Hari Pahlawan di SMA Negeri 3 Medan, Senin (11/11), Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis MM selaku Pelaksana Tugas Kadis Pendidikan (Disdik) Kota Medan langsung mengambil tindakan tegas setelah melakukan investigasi. Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Urusan Kesiswasan SMA Negeri 3 Medan Emiruddin Harahap SPd MM yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya kericuhan langsung dinonaktifkan.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami sampaikan bahwa Wakasek Urusan Kesiswaan SMA Negeri 3 Medan yang selama ini dijabat oleh saudara Drs Emiruddin Harahap Spd MM, mulai hari ini dan seterusnya akan digantikan dengan guru yang lain. Tujuan pergentian ini dilakukan untuk penyegaran dan memberikan kesempatan kepada guru-guru yang lain untuk meningkat karirnya,” kata Sekda didampingi Kabid Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan Disdik Kota Medan Marasutan Siregar Mpd di Balai Kota Medan, Rabu (12/11).

Kepada Emiruddin, Sekda mengucapkan terima kasih banyak atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah diberikannya karena telah membantu tugas-tugas kepala sekolah selama ini, khususnya dalam urusan kesiswaan dan kemajuan SMA Negeri 3 Medan. Diharapkannya kerjasama yang telah dibangun selama ini tetap terjalin dengan baik. “Pemikiran-pemikiran positif dari saudara tetap diharapkan untuk terciptanya proses belajar mengajar yang baik pada masa mendatang di SMA Negeri 3 Medan”.

Sebelum melakukan pergantian, Syaiful menjelaskan telah menerima surat permohonan dilakukannya mutasi terhadap Emiruddin baik dari OSIS maupun Kepala SMA Negeri 3 Medan. Dalam kedua surat itu disebutkan, tindakan-tindakan yang dilakukan oknum Wakasek yang juga selaku Pembina OSIS sangat meresahkan guru-guru, siswa, orang tua siswa dan komite sekolah karena sesungguhnya merupakan kebijakan pribadi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakharmonisan dalam penyelenggaraan maupun pengelolaan pendidikan di SMA Negeri 3 Medan.

Adapun sejumlah kebijakan sang oknum Wakasek sesuai yang dipaparkan dalam surat itu diantaranya penjualan pakaian seragam batik siswa yang mengatasnamakan OSIS.

Padahal penjualan batik tidak ada mendapat persetujuan dari kepala sekolah. Malah ketika kepala sekolah mengusulkan agar penjualan diserahkan penangananya kepada koperasi sekolah, oknum wakasek justru menentangnya.

Halaman123
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas