Dipasangkan dengan Delegasi Filipina

Sejak hari pertama datang ke Dubai, Uni Emirat Arab, saya sangat terkesan dengan keberagaman

Dipasangkan dengan Delegasi Filipina
IST
Qintari A Aninditha
Citizen Reporter
Qintari A Aninditha
Wakil Indonesia di International Youth Leadership Conference

Sejak hari pertama datang ke Dubai, Uni Emirat Arab, saya sangat terkesan dengan keberagaman para delegasi International Youth Leadership Conference yang mewakili negaranya masing-masing. Dengan warna kulit, dialek, kebudayaan dan pola pikir yang berbeda, kami disatukan di konferensi ini sebagai pemimpin muda yang melibatkan 35 negara yang diikuti sekitar 200 peserta, mulai 30 November hingga 5 Desember lalu. 

 Kami diundang ke Sheikh Mohammad Centre untuk makan siang dan bertamu disambut dengan kebudayaan Arab. Kami diperdengarkan presentasi mengenai kebudayaan Arab, struktur ekonomi, politik dan tatanan masyarakatnya, dengan harapan dapat meluruskan praduga dan stereotip dunia terhadap maayarakat Arab dan muslim. 

Kami juga dilibatkan dalam simulasi Gulf Cooperation Council, yaitu sidang besar gabungan negara Arab di mana saya dipasangkan dengan delegasi dari Filipina untuk berperan sebagai representasi Kuwait.

Kami bermain peran untuk membangun Kuwait, berdiskusi, bernegosiasi dan menyusun kebijakan yang menguntukan negara kami, sembari membangun persahabatan dan mutual benefit dengan negara lain. 

Setiap delegasi diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato dan pendapat atau pandangannya terhadap isu yang disajikan sebagai representasi dari negara lain. Pada hari terakhir saya merepresentasikan Oman pada simulasi Liga Arab dan diberi tugas untuk menyusun rangkaian proyek yang menguntungkan dan mempersatukan setiap anggota Liga Arab berdasarkan isu yang disajikan. 

Pada malam kebudayaan saya dan satu delegasi lain menampilkan video kebudayaan Indonesia. Dia bermain wayang dan saya menari dengan kostum tradisional Batak, dan Indonesia menuai pujian karena keberagaman dan keindahan budayanya.
Saya juga membagikan souvenir berupa kalung dari kulit kerang dan scraf bermotif batik. Satu hal yang saya banggakan adalah betapa batik dan gorga dielu-elukan di sini dan saya selalu menggunakannya dalam setiap rapat dan simulasi. 

Saya belajar banyak dari konferensi ini. Belajar melihat dunia dari pijakan yang berbeda. Belajar memahami suatu isu dari sudut pandang yang lain dan menerima perbedaan sebagai sesuatu yang indah. Semoga hubungan baik antar para pemuda dari berbagai belahan dunia ini bisa terjalin dengan baik dalam jangka panjang sebagai bagian dari persatuan global dan kesan baik Indonesia tetap terkenang. Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan dan kerjasama PT Mitra Pariwisata Convex.(*)

Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved