Pengenalan Alat Musik Tradisional Batak

Nilai dari sebuah hasil karya seni yang dihasilkan oleh para pengrajin alat-alat musik tradisional Batak memang tidak ternilai harganya

Pengenalan Alat Musik Tradisional Batak
Tribunmedan/ist
Martogi Sitohang bermain Sarune Bolon. Ini adalah alat musik tiup yang digunakan dalam ensambel musik Gondang Bolon. Teknik bermain sarune ini menggunakan istilah marsiulak hosa (circular breathing), yaitu seorang pemain sarune dapat melakukan tiupan tanpa putus-putus dengan mengatur pernapasan, sambil menghirup udara kembali lewat hidung sembari meniup sarune.

Oleh: Edison Manik

Nilai dari sebuah hasil karya seni yang dihasilkan oleh para pengrajin alat-alat musik tradisional Batak memang tidak ternilai harganya, namun sekarang tidak dirasakan lagi bagi mereka yang tinggal di bonapasogit (Kampung Halaman) terutama di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan kabupaten Samosir sekitarnya yang memang sudah menjadi mata pencaharian utama bagi mereka.

Alat-alat musik tradisional kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Bahkan di dunia pendidikan, alat musik tradisional mulai tergantikan dengan beberapa alat-alat musik modern.

Alat-alat musik yang mereka jual kini tidak lagi diminati oleh masyarakat, sehingga mereka pun hanya membuat kerajinan alat-alat musik tradisional Batak dalam bentuk souvenir dan hiasan semata, bukan untuk dipergunakan sebagai alat musik sebagaimana mestinya. Dan ternyata tidak semua dapat laku terjual, dan beberapa hanya tergantung dan diletakkan memenuhi rak yang dipenuhi debu.

Hal inilah yang membawa pulang Martogi kembali ke Bonapasogit, disamping memberikan perhatian kepada para pengrajin dan penjual alat-alat musik tradisional Batak, juga mengajak mereka untuk bersama-sama bergabung agar alat-alat musik tradisional tersebut dapat kembali diminati agar tidak kalah dengan alat-alat musik modern yang kini lebih banyak produksinya dan bahkan lebih diminati oleh masyarakat terutama muda-mudi Batak.

Harapan untuk mengangkat kembali semangat para pengrajin alat-alat musik tradisional Batak ini memang tidak mudah untuk melaksanakannya, untuk itu proses nya pun dilakukan secara bertahap dan di mulai dari Kabupaten Samosir.

Sebelumnya, kepedulian terhadap pelestarian dan pembelajaran alat-alat musik tradisional Batak kepada generasi selanjutnya sudah ditunjukkan oleh Martogi Sitohang beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2007 di kabupaten Humbang Hasundutan yaitu dengan memberikan pelajaran dan pengenalan kepada anak-anak di beberapa sekolah pada saat itu.

Hal tersebut kemudian dilanjutkannya kembali ke Kabupaten Humbang Hasundutan, yaitu di SMP 3 Lintong Ni Huta, lalu ke SDN Parulohan, SMAN 2 Lintongnihuta dan SMA Negeri 1 Paranginan, Kamis(19/12/2103).

"Peran dan partisipasi dari setiap sekolah sebagai pelaksana dan khususnya pemerintah di bonapasogit sangat diperlukan sekali untuk menjembatani pelatihan dan pengenalan seperti ini.
Mata pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) merupakan harapan agar setiap sekolah dapat melaksanakannya secara rutin dan dapat didukung oleh tenaga pengajar yang memang memahami dan menguasai alat-alat musik tradisional tersebut." Ujar Martogi.

Alat musik yang pertama diberikan Martogi tentang pengenalan dan pelatihan dari alat-alat musik tradisional Batak ialah Sarune Bolon.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved