FIMA Paya Bakong Sesali Pemukulan Warga di Kantor Gubernur Aceh

Kami dari Forum Interaksi Mahasiswa ( FIMA) Paya Bakong menyesali penyerbuan kantor Gubernur Aceh, dan tindakan Kepolisian

FIMA Paya Bakong Sesali Pemukulan Warga di Kantor Gubernur Aceh
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Polisi mengamankan warga yang diduga memprovokasi massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (27/12/2013). Aksi menuntut janji uang Rp 500 ribu dari Pemerintah Aceh tersebut berlangsung ricuh sehingga polisi terpaksa membubarkan massa dengan melakukan tembakan ke udara. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR 

TRIBUN-MEDAN.com - Kami dari Forum Interaksi Mahasiswa ( FIMA) Paya Bakong menyesali penyerbuan kantor Gubernur Aceh, dan tindakan Kepolisian yang terkesan agresif dalam menangani massa yang sedang menuntut hak-hak mereka di kantor Gubernur Aceh.

Selain itu kami juga mengutuk keras tindakan polisi yang melepaskan tembakan ke udara bahkan mereka memukul masyarakat yang sedang menuntut hak-hak mereka, tentu itu tindakan yang tidak mendidik, dengan tindakan polisi tersebut dapat membangkitkan dendam lama dari kalangan rakyat Aceh.

Seharusnya polisi harus mengedepankan loyalitas moral keapada masyarakat, tidak cukup hanya di situ polisi jugak menahan delapan orang yang diduga provokator dalam kerusuhan tersebut dan sampai saat ini mereka belum dilepaskan.

Maka dari itu kami dari Forum Interaksi Mahasiswa (FIMA) Paya Bakong mendesak Kapolda Aceh untuk segera melepaskan delapan orang, yang terkait munculnya kerusuhan di Kantor Gubernur Aceh.

Seharusnya semua stakeholder di Aceh harus melihat mengapa kejadian seperti bisa terjadi. Itu disebabkan desakan ekonomi dan wujud kekcewaan terhadap Pemerintah Aceh hari ini, maka dari itu pihak kepolisian harus bisa memakluminya.

Juliadi

Wakil Ketua Umum Forum Interaksi ( FIMA) Paya Bakong

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved