Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Hewan Langka Muncul Setelah Empat Bulan Erupsi Gunung Sinabung

Jumat, 17 Januari 2014 19:53 WIB

Hewan Langka Muncul Setelah Empat Bulan Erupsi Gunung Sinabung
ist
Capricornis Sumatraensis atau Kambing Hutan yang ditemukan warga di sekitar kaki Gunung SInabung

Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seekor Kambing Hutan Sumatera yang turun dari Gunung Sinabung mengejutkan warga kaki gunung Sinabung, di Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Jumat (17/1/2014).

Suatu keanehan serta jadi tanda tanya besar bagi warga mengapa hewan langka yang tidak pernah terlihat pendaki gunung maupun warga setempat tiba-tiba muncul. Apalagi turunnya hewan langka itu setelah empat bulan berlangsung erupsi Sinabung.

Seperti dilansir berita online indonesia.kini.co, kejadian berkesan aneh bin ajaib itu disaksikan Warga Desa Beras Tepu. Warga memperkirakan, hewan dengan nama latin Capricornis Sumatraensis menduga kambing itu turun gunung seiring parahnya erupsi Sinabung.

"Kambing ini punya tanduk dan beratnya diperkirakan seratus kilogram," ucap warga bermarga Tarigan seperti dilansir indonesia.kini.co, Jumat (17/1/2014).

Kambing hitam bertanduk itu berhasil ditangkap warga kemudian diikat bagian kakinya. Awalnya warga sudah berencana memotong kambing itu untuk dibagikan sebagai lauk bagi para pengungsi. Namun, menyadari kelangkaan hewan itu, akhirnya warga menaikkan kambing itu ke mobil bak terbuka untuk dibawa ke posko utama pengungsian di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Memang, Koordinator Humas Posko Bencana Gunung Sinabung, Jhonson Tarigan membenarkan penemuan kambing itu. Ia turut mengakui keanehan penemuan kambing hutan itu karena Sinabung sudah empat bulan menyemburkan material vulkanik.

"Kami semua pun heboh dengan penemuan kambing hutan itu," aku Jhonson yang dihubungi wartawan termasuk awak Tribun dari Kota Medan lewat sambungan telepon, Jumat (17/1/2014) petang.

Jhonson membenarkan, turunnya hewan langka itu pertama kali disaksikan warga Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat.

"Warga melihat seekor kambing berada di kaki Gunung Sinabung. Kambing itu ditangkap lalu dibawa ke posko pengungsi. Namun, karena ada kekhawatiran lain, selanjutnya kambing itu dibawa ke Mesjid Agung Kabanjahe," katanya.

"Kambing itu sebesar anak sapi, berbulu hitam dan bertanduk cukup panjang," tambah Jhonson menyebut ciri-ciri kambing itu.

Masih menurut Jhonson, di Karo sangat jarang warga memelihara kambing karena cuaca yang dingin.

"Rasa-rasanya di Karo tidak ada warga yang pelihara kambing. Tapi kok ada kambing di kaki Sinabung," tanyanya.

Ia mengakui sebagian warga di Karo, mengaitkan turunnya kambing gunung itu dengan letusan susulan gunung Sinabung.

"Mungkin karena suhu disekitar Sinabung semakin panas, kambing itu pun turun," tuturnya.

Namun, terlepas dari kemungkinan erupsi Sinabung yang masih akan berlanjut serta turunnya kambing hutan sebagai pertanda alam, Jhonson meyakini tidak mempengaruhi psikologis panitia penyambutan kadatangan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang akan mengunjungi pengungsi di Karo, pekan depan. "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," harapnya penuh doa.

(fer/tribun-medan.com)

Penulis: Feriansyah
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas