Pembangunan Perluasan Masjidil Haram Luar Biasa

Pembangunan dan perluasan Masjidil Haram Mekkah yang saat ini dilakukan Pemerintah Arab Saudi sangat luar biasa.

Citizen Reporter

Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc
Pimpinan Majlis Taklim/KBIH Jabal Noor Medan

TRIBUN-MEDAN.com, MEKKAH - Pembangunan dan perluasan Masjidil Haram Mekkah yang saat ini dilakukan Pemerintah Arab Saudi sangat luar biasa.

Saya yang kebetulan diberi kesempatan memimpin 37 orang jamaah umrah dari PT Gadika Expressindo Tours & Travel Medan melihat proses pengerjaan dari stasiun bus Gazzah. Semua tempat tinggal di kawasan Gazzah diruntuhkan, kecuali tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Begitu juga semua tempat di kawasan Jarwal diruntuhkan, kecuali bangunan kuno bernama ‘Bi’ru Thuwa’ yang berukuran 9 x 9 m. Menurut riwayat, di tempat ini Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya berwudhu’ dan mandi. Maka keputusan ulama Arab Saudi tempat ini tidak boleh digusur. Dengan perluasan Masjidil Haram, maka khusus di pintu bernomor 71-75 bisa menjadi tempat shalat puluhan ribuan jamaah.

Menurut informasi yang kami terima, rumah makan dan tempat berjualan pakaian yang diruntuhkan di Gazza untuk sementara dijadikan tempat perluasan stasiun bus.

Saat shalat subuh, Jumat (17/1/2014) di Masjidil Haram, jamaah umrah dari Gadika mendengarkan imam shalat membaca ayat Sajadah. Ini membuat jamaah merasa lega, karena dalam beberapa tahun ini jarang imam membaca ayat Sajadah pada shalat subuh di hari jumat.

Selama di Mekkah, kami berziarah keliling kota sambil bermiqat di Ja’ranah untuk melaksanakan umrah sunnat. Selanjutnya, pada hari Minggu (19/1/2014) kami mengunjungi peternakan unta sambil meminum susu unta serta berziarah ke Masjid Udaibiyah.

Sedangkan sebelumnya, dalam perjalanan di Madinah, saya beserta para jamaah berziarah ke Masjid Nabawi dan Makam Rasulullah SAW serta tempat-tempat bersejarah lainnya di kota itu.

Saat akan meninggalkan Madinah untuk menuju Kota Mekkah pada Rabu pagi (15/1/2014) sekitar pukul  05.30-07.00 waktu Arab Saudi turun hujan deras.  Namun dengan sigap petugas  kebersihan Masjid Nabawi dapat membersihkan air yang tergenang.
Pada Rabu setelah Ashar, kami menuju Bir Ali sebagai Miqat umrah. Kami berhasil melaksanakan umrah di Masjidil Haram pada pukul 02.00 Waktu Arab Saudi, Kamis (16/1/2014).

Tur Ke Oman

Sementara saat transit di Kota Muscat Oman sebelum tiba di Jeddah, Sabtu (11/1/2014), rombongan kami mengunjungi Masjid Agung Sulthan Qabus yang berukuran 47x47 m. Masjid ini memiliki keunikan, yakni karpet yang ada di dalam masjid tidak bersambung, melainkan menyatu keseluruhan. Karpet ini dibuat selama 3 tahun dengan 16 corak warna. Kemudian, jamaah mengunjungi pantai laut yang indah berada di tengah kota yang cukup banyak ikannya. Kami melihat kapal pesiar yang bertingkat tujuh. Tempat rekreasi di Muscat, Oman memang sangat tertata rapi. Alhamdulillah, jamaah umrah merasa puas selama perjalanan umrah kali ini. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved