Hadapi Berita-berita Negatif Ala SBY

Salah satu upaya pengamanan terhadap Presiden SBY adalah pengamanan menghadapi berita-berita negatif yang disiarkan

Hadapi Berita-berita Negatif Ala SBY
Tribunnews/HERUDIN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (26//1/2014). Gerakan ini serentak digelar oleh Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia untuk mengajak seluruh masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Oleh: Linda Rahmawati, Peneliti muda di Fordial Jakarta dan Kajian Nusantara Bersatu, Jakarta

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Salah satu upaya pengamanan terhadap Presiden SBY adalah pengamanan menghadapi berita-berita negatif yang disiarkan oleh berbagai media massa baik media massa cetak, radio  maupun desas-desus. Undang-Undang RI hingga dewasa ini tidak melarang adanya rangkap jabatan bagi pejabat negara/PNS untuk juga menduduki jabatan politik di kepartaian.

Hal ini memungkinkan selain sebagai pejabat negara, yakni Presiden SBY juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam kondsi seperti ini peluang untuk terjadinya kritikan dan serangan politik terhadap SBY baik sebagai Presiden maupun sebagai Ketua Umum Partai Demokrat semakin mudah terjadi  dengan tujuan merusak kepemimpinan Presiden SBY.

Situasi tersebut terjadi karena mereka yang kecewa dan tidak senang kepada Presiden SBY,  tidak peduli dalam situasi mana Presiden SBY sedang berada, namun setiap peluang untuk menyerang Presiden SBY akan dilakukan. Mereka akan mengeksploitasi situasi yang manapun untuk mendiskreditkan Presiden SBY, yang penting kepemipinan Presiden SBY dapat didiskreditkan.

Beberapa institusi negara mempunyai tugas utama mengamankan kepemimpinan Presiden SBY sehingga wibawa Presiden sebagai Kepala  Negara, sebagai  pimpinan eksekutif dan sebagai pemimpin bangsa akan tetap utuh, berwibawa dan berintegritas tinggi, sehingga perintah-perintahnya akan tetap diikuti segenap unsur bangsa Indonesia. Dalam rangka tugas tersebut penanggulangan terhadap berita-berita negatif tentang Presiden SBY harus menjadi salah satu perhatian kita.

Dalam rangka upaya tersebut maka semua kritikan terhadap Presiden SBY baik melalui media massa cetak, radio atau desas desus serta kombinasi dari ketiga bentuk berita tersebut perlu menjadi perhatian institusi negara tersebut.

Perlu diwaspadai kritikan terhadap kepemimpian Presiden SBY akan selalu dalam bentuk kemasan kritikan yang logis, masuk akal dan  menarik  berisi kritikan yang menyangkut kepentingan urgensi tugas serta kepentingan rakyat  dan negara.

Kasus semacam itu telah terjadi terakhir ketika terjadi rapat temu kader Partai Demokrat yang dilakukan di Bali, ketika masalah banjir dan meletusnya Gunung Sinabung sedang menjadi isu nasional yang menonjol. Cara-cara media massa membuat berita tentang agenda Presiden SBY sehubungan dengan acara Partai Demokrat di Bali tersebut, terasa jelas sebuah kritikan tentang kepemimpinan Presiden SBY menghadapi situasi nasional yang terjadi.

Berbagai kecaman disematkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena lebih memilih mengurusi partai dibanding menemui korban bencana. Bahkan, SBY memilih tetap berangkat ke Bali untuk menghadiri temu kader Partai Demokrat di Bali pada saat Jakarta masih dikepung banjir.

Halaman
123
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved