Owner Restoran Garuda Sebut, Garuda Siantar Tak Masuk Manajemen Pihaknya

Junirwan Kurnia dari kantor advokad Law Office Kurniawan & Associates, selaku kuasa hukum dari Restoran/RM

Owner Restoran Garuda Sebut, Garuda Siantar Tak Masuk Manajemen Pihaknya

Laporan wartawan Tribun Medan/Irfan

TRIBUN- MEDAN.com-Junirwan Kurnia dari kantor advokad Law Office Kurniawan & Associates, selaku kuasa hukum dari Restoran/RM Garuda menerangkan bahwa usaha kliennya tidak ada sangkut pautnya dengan Restoran Garuda yang ada di Kota Pematang Siantar dan Rantau Parapat.

Di kantornya, Junirwan mengaku jaringan usaha dari kliennya hanya berada di beberapa lokasi, seperti Medan, Jakarta, Lampung dan Singapura. Pernyataan itu ia utarakan seiring maraknya pihak-pihak lain yang mengatasnamakan Restoran/RM Garuda yang ada di Pematang Siantar dan Rantau Parapat, dikait-kaitkan dengan jaringan usaha kliennya.

"Di sini ingin saya jelaskan, bahwa Restoran Garuda yang ada di Pematang Siantar dan Rantau Parapat, bukan merupakan jaringan dari usaha klien kami. Itu berbeda dari sisi manajemen, operasional maupun financial. Tidak ada hubungannya sama sekali," ujarnya, Jumat (11/4).

Menurutnya, kliennya sendiri mengaku sedikit terusik dengan adanya pemberitaan dan meluasnya informasi prihal adanya nasi kotak dari Restoran Garuda Pematang Siantar, yang berisi serangga. Ia berpendapat, perspektif yang dibangun dalam informasi dan pemberitaan, seolah-olah Restoran Garuda di Pematang Siantar merupakan jaringan dari Restoran Garuda milik kliennya di Medan.

"Maka dari itu untuk dan atas nama klien kami Restoran Garuda yang beralamat Jalan Adam Malik No 40 Medan, dengan ini kami beritahukan kepada masyarakat umum, instansi sipil dan militer bahwa pemberitaan dan informasi prihal nasi kotak Restoran Garuda yang berisi serangga di Pematang Siantar, tidak ada hubungan atau sangkut paut dengan usaha klien kami," ujarnya.

Didampingi owner dari Restoran Garuda Medan, Zulhelfi pihaknya menjelaskan dari sisi apapun jaringan Restoran Garuda yang pihaknya kelola sangat berbeda daroi Restoran Garuda yang beroperasi di Pematang Siantar dan Rantau Parapat.

"Merek kita sudah terdaftar di Dirjen Haki dan berjalan sudah 30 tahun. Atas pemberitaan itu, banyak kali yang nelpon saya dan mengatakan kok bisa begini. Karena banyak yang tidak tau (konsumen) bahwa kita berbeda dari yang di Siantar. Saya sering juga dengar, dari laporan kawan-kawan ketika mereka makan di Siantar, seolah-oleh Garuda di Siantar sama dengan jaringan kita di Medan. Padahal berbeda," ujar Zul.

Ia bercerita, jauh-jauh hari sebenarnya sudah komplain dengan penyebutan nama Restoran Garuda yang dipakai di Siantar dan Rantau Parapat. Namun teguran tersebut tak dihiraukan jaringan Restoran Garuda di Siantar.

"Dengan demikian otomatis intermal manajemen Garuda yang ada di sini, komplain. Kalau orang berfikiran positif mungkin ga ada efeknya. Pengucapan nama Garuda sama. Tetapi tulisannya itu berbeda. Kami tidak ada jaringan sama sekali di Siantar dan Rantau Parapat. Itu dikelola pihak lain," ujarnya.

(Irf/tribun-medan.com)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved