TribunMedan/
Home »

Sumut

Hari Kartini

Masih Banyak Perempuan yang Mendapat Penindasan

Peringati hari Kartini Mahasiswa STIE Kaputama yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai

Masih Banyak Perempuan yang Mendapat Penindasan
Tribun Medan / Ari
Mahasiswa STIE yang tergabung dalam HMI Kota Binjai membagikan bunga kepada para pengguna jalan Veteran Binjai. Aksi damai ini dilakukan untuk merayakan Hari Kartini, Senin (21/4/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Peringati hari Kartini Mahasiswa STIE Kaputama yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai di Simpang Lampu Merah persis di depan kantor Wali Kota Binjai yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota.

Pantauan www.tribun-medan.com, Senin (21/4/2014) mahasiswa tersebut membagikan bunga kepada pengguna jalan.

Selain membagikan bunga kepada para pengguna jalan. Untuk mengenang jasa RA Kartini, mereka juga meluangkan waktu untuk mencabuti paku yang tertepel di pepohonan. Dimana paku ini tertancap dipohon ketika para caleg memakukan spanduk mereka di pohon.

Mereka membagi selembaran brosur yang berisikan sebuah puisi ibu kartini dan sejarah perjuangan RA Kartini. Dimana Kartini adalah seorang putri dari bangsawan jawa. Dan dirinya hanya merasakan bangku sekolah sampai umur 12 Tahun. Karena pada saat itu perempuan tidak boleh berpendidikan lebih tinggi dari laki-laki.

Ade selaku koordinator aksi mengatakan, aksi ini untuk mengenang jasa RA Kartini kepada manusia zaman sekarang. Meskipun setiap tahunnya hari kartini diperingati, masih banyak juga perempuan yang tidak merasakan makna hari kartini karena kaum perempuan masih banyak yang mengalami penindasan. Seperti pembantu rumah tangga yang gajinya dibawah UMK.

Padahal mereka selaku wanita harus mendapatkan gaji atapun kedudukan yang sangat baik. Bahkan mereka tidak pernah mengecap arti dan makna hari Kartini.

"Ini sangat disayangkan dan saya harapkan pemerintah setempat mau turun dan melihat penderitaan kaum wanita," ucapnya.

"Kami meminta Pemko Binjai khususnya Disnaker agar lebih memperhatikan kaum buruh wanita yang mendapat upah dibawa UMK, " ujar Ade, didampingi Nasir selaku Ketua HMI Kota Binjai.

(ari/tribun-medan.com)

Penulis: M Azhari Tanjung
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help