citizen reporter

"Prof Dian Seolah-olah Rektor Semua PTS"

Civitas Academika Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar minta Mendikbud u.p. Dirjen Dikti pecat Prof Dian Armanto dari jabatan

doc/tribun-medan.com
DEMO USI - Civitas Akademika USI saat berdemo di Kopertis Wilayah-I Sumut-Aceh. Kedatangan ratusan mahasiswa ini untuk menuntut Mendikbud u.p Dirjen Dikti untuk memecat Prof Dian Armanto dari jabatannya. 

Citizen Reporter: Jutamardi Purba

Civitas Academika Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar minta Mendikbud u.p. Dirjen Dikti pecat Prof Dian Armanto dari jabatan Koordinator Kopertis Wilayah-I (Sumut-Aceh), karena tidak menjalankan tupoksi sebagaimana mestinya yakni membina Perguruan Tinggi Swasta (PTS), melainkan membinasakan (dalam hal ini USI).

Hal ini ditegaskan kembali oleh Pasu Malau sebagai koordinator aksi demo mahasiswa, dosen, tata usaha, dan organ Yayasan USI ke kantor Kopertis Wilayah-I di Medan tanggal (29/4/2014) kemarin.

Pasu mengatakan, Sabtu (3/5/2014) kemarin sekitar pukul 17:58 WIB menyatakan, Dian Armanto terlalu jauh mencampuri urusan pemilihan rektor USI dengan mendukung Prof Dr Amrin Saragih, padahal pemilihan Amrin melanggar prosedur dan diangkat oleh pengurus yayasan yang sudah dipecat.

Pemecatan pengurus didukung Penetapan Mahkamah Agung No. 1422 tanggal 31/12/13. Pasu menambahkan, Prof Dian harus dipecat karena lebih sebagai provokator daripada koordinator PTS di Sumut-Aceh, bertindak seolah-olah pengurus yayasan semua PTS di wilayah ini dan seolah-olah rektor semua PTS.

Mendikbud harus segera mengevaluasi Prof Dian dan bahkan harus memecatnya. Demo sendiri dilakukan lebih daripada 300 orang dimana ratusan orang tersebut menumpang 4 bus dan mobil dinas dan mobil pribadi.

Ternyata Prof Dian tidak di tempat. Pendemo dihalangi polisi masuk ke kantor Kopertis Wilayah-I. Mahasiswa mendesak masuk dan menggoyang pagar hingga hampir rubuh.

Polisi memasang pagar betis dibantu security. Besi pipa besar dipasang mengganjal pintu gerbang, sehingga pendemo menekan lebih keras. Matahari terik, udara panas, serta haus dan lapar makin terasa. Pendemo makin beringas, polisi melunak. Ada 20 perwakilan diizinkan masuk dan diterima Sespel.

Sespel Rudi Nababan sangat memahami tuntutan USI dan berjanji menyampaikannya ke Koordinator Kopertis. Berdasarkan info, Itjen Kemendikbud telah mengaudit Kopertis Wilayah-I dan USI sendiri, serta mengumpulkan data/fakta yang akan dilaporkan kepada Mendikbud.

Setelah menyampaikan tuntutan, pendemo kembali ke Pematangsiantar dengan tertib. Pihak USI menunggu realisasi tuntutannya. Jika tidak, USI akan demo ke Kemendikbud dengan jumlah yang jauh lebih besar. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved