Saksi: Korban Kecelakaan Kereta Api Memang Hendak Bunuh Diri
'Nto, Nto, tolong Nto, tolong, si Uus mau bunuh diri itu di rel'. Saya pun kaget, langsunglah kami cepat-cepat nolongin," ujarnya.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Uswatun Hasanah atau Uus (34), korban kecelakaan kereta api di jalur rel di Simpang Kerang, Pematangsiantar, diketahui hendak bunuh diri. Hal tersebut dikatakan Ketua RT I Lingkungan I Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Siantar Martoba, Sri Anto, Kamis (19/6).
"Pas kejadian itu, mamaknya si Uus udah jerit-jerit, 'Nto, Nto, tolong Nto, tolong, si Uus mau bunuh diri itu di rel'. Saya pun kaget, langsunglah kami cepat-cepat nolongin," ujarnya.
Anto mengatakan, Uus belakangan diketahui mengalami stres. Saat kejadian, Uus masih mengenakan pakaian salat.
"Pagi-pagi gitu mau ngapain dia kita pun gak tahu. Masih pake sarung dia, sarung untuk salat perempuan yang putih itu," katanya.
Hal senada juga dikatakan istri Anto, Jamila.
"Memang belakangan ini ada sakitnya dia. Entah, mungkin stres gitu, kayak gangguan jiwa," katanya.
Sementara itu, anak Uus, Putra (4), menurut Anto saat peristiwa terjadi hendak mencegah perbuatan Uus.
"Kalau taksiran saya anaknya ini mau nyelamatkan mamaknya. Mau coba narik mamaknya," katanya.
Akibat peristiwa tersebut, Uus dan anaknya, Putra, mengalami luka berat di bagian kepala dan kaki. Sebagian organ kaki Uus juga sempat tertinggal di lokasi kejadian.
"Tadi kakinya sempat ketinggalan. Kukasih keluarganya biar nyuruh kubur," kata Anto. (cr1/tribun-medan.com)