ISIS

Ketua MPR: Pamflet Lowongan Budak Seks Bentuk Penyesatan Agama

Ketua MPR Sidarto Danusubroto menilai peredaran pamlet budak seks pemuas birahi mujahidin merupakan bentuk penyesatan agama.

Ketua MPR: Pamflet Lowongan Budak Seks Bentuk Penyesatan Agama
Sidarto Danusubroto 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Ketua MPR Sidarto Danusubroto menilai peredaran pamlet budak seks pemuas birahi mujahidin merupakan bentuk penyesatan agama. Sidarto mengaku belum melihat pamflet tersebut.

"Itu kan menyalahgunakan ajaran agama kan itu. Itu jelas penyesatan itu. Jihad tidak untuk itu," kata Sidarto di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Sidarto mengaku prihatin dengan penyebaran di pamflet yang telah menyebar di kampus-kampus. Padahal, kampus merupakan tempat para cendekiawan.

"Kalau dia mau disesatkan begitu itu saya sesalkan sekali. Saya harapkan supaya rektor, para dosen, para cendekiawan di kampus itu melakukan suatu pencerahan kepada mahasiswanya," ujar Sidarto.

Politisi PDIP itu meminta pengajar untuk menyampaikan kepada mahasiswa bahwa jihad sangat tidak elok disejajarkan dengan masalah seks. "Jihad agama itu jihad yang suci kan, tidak untuk itu kan," katanya.

Ia pun meminta adanya ketegasan dari pihak kampus untuk menangkal peredaran pamflet tersebut. "Kalau saya rektornya, itu yang melakukan itu, saya beri sanksi untuk tidak di kampus itu," ujar Sidarto.

Sebelumnya, pamflet budak seks pemuas birahi mujahidin agar mujahiddin bersemangat memerangi kafir menyebar di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta.

"Dalam pamflet ini disebutkan agar 'ukhti' yang mau melamar pemuas seks sekelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia yaitu Masjid Fathullah UIN Jakarta," tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Sudarnoto Abdul Hakim.

Pamflet tersebut dikatakan Sudarnoto menggambarkan niat busuk dan jahat kelompok jihadis. Bukan hanya itu, selebaran tersebut menggambarkan rendahnya moral dan martabat kelompok jihadis karena telah merendahkan martabat perempuan, merendahkan fungsi masjid, dan menghina umat Islam dan ajaran Islam. Selain itu, sikap mereka pun bisa memecah dan membenturkan umat.

"Ini menggambarkan bentuk teror tahap awal kelompok jihadis yang dimaksudkan menciptakan keresahan," ujarnya.

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved