Pemilu 2014

Ini Kronologi Pemecatan Agung Laksono Versi Fadel

Rapat tersebut, tutur Fadel, diawali dengan paparan hasil kajian yang dilakukan tim internal yang dipimpin Mahyudin

Ini Kronologi Pemecatan Agung Laksono Versi Fadel
BANGKA POS/RESHA JUHARI
KAMPANYE PARTAI GOLKAR - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Agung Laksono menghadiri kampanye akbar di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (4/4/2014). Kampanye tersebut dihadiri ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA — Partai Golkar memecat sejumlah pengurus partai karena dinilai melakukan langkah yang berbeda dari kebijakan partai. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Mohammad mengatakan, pemecatan tersebut dimulai saat rapat harian terbatas, Jumat (8/8/2014) lalu.

Rapat tersebut, tutur Fadel, diawali dengan paparan hasil kajian yang dilakukan tim internal yang dipimpin Mahyudin, Ketua DPP Partai Golkar bidang Organisasi dan Pengurus Daerah.

"Selanjutnya, dihasilkan beberapa nama yang memang sudah nyata-nyata ingin menunjukkan sikap berbeda dengan DPP Partai Golkar," kata Fadel di Jakarta, Minggu (10/8/2014) siang.

Peserta rapat harian tersebut menilai, nama-nama ini sudah lantang menyuarakan perbedaan pandangannya dengan Partai Golkar. Terlebih lagi, perbedaan tersebut disuarakan di media massa sehingga diketahui oleh publik.

"Maka diambil langkah-langkah non-aktifkan mereka dari kepengurusan Partai Golkar, bukan keanggotaan. Tujuannya agar organisasi lebih aktif dan solid," ujarnya.

Agung Laksono dipecat dari posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Golkar. Selain Agung, menurut politisi senior Golkar, Zainal Bintang, pemecatan juga dikenakan terhadap Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar Indra J Piliang, Ketua Bidang Pemuda DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai, dan sejumlah pengurus lainnya.

Sebelumnya, Golkar juga sudah mengeluarkan tiga kadernya dari keanggotaan partai, yakni Nusron Wahid, Poempida Hidayatullah, dan Agus Gumiwang. Ketiganya mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sementara itu, Partai Golkar secara resmi mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved