Pemilu 2014

Lewat Tengah Malam, KPU Datangi Mabes Polri Adukan Soal Penculikan

Adapun para anggota KPU datang lebih dulu menumpang enam mobil, sekitar setengah jam lebih awal.

Lewat Tengah Malam, KPU Datangi Mabes Polri Adukan Soal Penculikan
Ketua KPU Husni Kamil Manik 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Beberapa saat setelah lewat tengah malam, Senin (11/8/2014) dini hari, ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum melaporkan ancaman "penculikan" yang ditujukan kepada Ketua KPU Husni Kamil Malik, ke Mabes Polri. Pelaporan memakai pasal tentang delik penculikan.

Husni datang paling akhir, menjelang pukul 01.00 WIB. Adapun para anggota KPU datang lebih dulu menumpang enam mobil, sekitar setengah jam lebih awal. Mereka kemudian membuat pelaporan dengan didampingi pengacara KPU, Ali Nurdin.

"Kami ke sini setelah kami di tingkat komisioner melakukan rapat mempertimbangkan seluruh perkembangan yang ada," kata Husni seusai pembuatan laporan, di Mabes Polri. Mereka melaporkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya, Muhammad Taufik, yang dinilai melontarkan ancaman penculikan untuk para anggota KPU.

Bersama pelaporan ini disertakan pula bukti berupa materi cetak dan rekaman video. Taufik dilaporkan untuk dugaan pelanggaran Pasal 328 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang ancaman penculikan. Pasal ini memberikan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Perkembangan yang menjadi pertimbangan di dalam rapat internal KPU, sebut Husni, adalah demonstrasi di Mahkamah Konstitusi, Jumat (8/8/2014). "Di mana ada salah seorang Ketua DPD Partai (Gerindra) yang menyampaikan statemen (tentang ancaman penculikan) dan yang bersangkutan mengulang beberapa kali dalam kesempatan lain."

"Ancaman penculikan adalah hal yang serius," tegas Husni. "Walaupun yang bersangkutan mengatakan (ancaman itu) bersyarat, (akan dilakukan hanya) apabila kepolisian tidak menindaklanjuti apa yang mereka inginkan."

Seperti diberitakan sebelumnya, Taufik dalam orasinya di depan MK pada Jumat, mengajak massa pendukung Prabowo-Hatta untuk menangkap Husni. "Kita tangkap Kamil Manik hari Senin. Saudara-saudara. Apakah kalian setuju?" ujar dia. 

Husni dijadwalkan memberikan keterangan dalam sidang lanjutan sengketa pemilu presiden di MK, Senin. "Nanti pada hari Senin, kita akan hitung sama-sama sampai 50. Kalau Kamil Manik tidak keluar, kita akan kepung Gedung MK dari depan sampai belakang agar mau berhadapan dengan kita," lanjut Taufik saat itu.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved