Pemilu 2014

Saksi Prabowo -Hatta Mengaku Dapat Ancaman

Vincent Dokomo, Koordinator Saksi Prabowo-Hatta Kabupaten Dogiai, Papua mengaku takut untuk melakukan protes adanya perolehan suara pasangan.

Saksi Prabowo -Hatta Mengaku Dapat Ancaman
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sebanyak 25 saksi dari pihak Prabowo-Hatta saat sidang lanjutan gugatan Pilpres 2014 diambil sumpah di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan jawaban termohon, keterangan pihak terkait, dan Bawaslu terkait gugatan Pilpres pasangan Prabowo-Hatta serta saksi dari pihak pemohon. 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Vincent Dokomo, Koordinator Saksi Prabowo-Hatta Kabupaten Dogiai, Papua mengaku takut untuk melakukan protes adanya perolehan suara pasangan nomor urut satu.

Menurutnya, ada ancaman yang ia terima jikau mengajukan protes atas hasil suara Prabowo-Hatta.

"Tidak ada saya ajukan keberatan. Ini menyangkut keselamatan diri. Jangankan diri saya, Bupati saja diusik. Susah saya ungkapkan di sini," kata Vincent dalam memberikan keterangan sengketa hasil Pilpres 2014 di ruang sidang, di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2014).

Vincent menuturkan, ada penyebab pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta mendapatkan dapat suara nol. Menurutnya, Ketua dan Anggota KPPS memerintahkan untuk nomor urut satu kosong atau nol suara dan dilimpahkan oleh pasangan nomor urut dua.

"Rekapitulasi dilakukan mulai pukul 13-18 (waktu setempat). Dilakukan di sebuah tenda," ucapnya.

Vincent dan dua orang temannya yang juga saksi nomor urut satu mengaku sempat diusir saat berada di dalam tenda tersebut untuk pergi ke luar halaman.

Dirinya pun menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi Kabupaten Dogiai itu.

"Ketua partai Hanura perintaahkan saya untuk ke luar tenda dan menunggu di halaman," ujarnya.

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved