Jembatan Bandar Pulo Amblas, Satu Warga Langkat Terbawa Arus
Meluapnya permukaan air Sungai Batang Serangan di Kabupaten Langkat pascahujan deras mengguyur kawasan itu sejak, Senin
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Meluapnya permukaan air Sungai Batang Serangan di Kabupaten Langkat pascahujan deras mengguyur kawasan itu sejak, Senin (12/1/2015) malam, menyebabkan permukaan tanah di bibir bangunan Jembatan Bandar Pulo di Desa Kwala Musam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat mengalami amblas sepanjang lebih 10 meter, Selasa (13/1/2015) dini hari.
Akibat peristiwa itu, seorang warga atas nama Jendania Sitepu (40), penduduk Dusun Limau Kayau Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan, dilaporkan hilang. Pria yang diketahui berprofesi sebagai penjual ikan segar itu diduga terperosok ke dalam lubang longoran, lalu hanyut terbawa arus deras sungai, saat melintasi jembatan penghubung Kecamatan Batang Serangan dengan Kecamatan Padang Tualang tersebut. (Baca:Hujan Deras, 924 Rumah di Tanjung Pura Terendam Banjir)
Informasi dihimpun www.tribun-medan.com, korban hilang diketahui sesaat setelah warga mendapati sepeda motor dan kotak ikan milik korban dalam kondisi tertimbun material tanah bekas longsoran pada dinding tebing, tepat di bawah bangunan jembatan.
Diperkirakan korban terperosok ke dalam lubang longsoran sekitar pukul 04.30 WIB, atau saat kondisi jalanan sedang gelap. Hingga, Selasa (13/1/2015) sore, keberadaan korban masih belum diketahui.
Sebaliknya, pihak BPBD Kabupaten Langkat dibantu beberapa personil TNI AD dari Koramil 10/Padang Tualang, masih mencari keberadaan korban, dengan menyusuri Sungai Batang Serangan menggunakan 2 unit perahu karet.
(ari/tribun-medan.com)