TribunMedan/
Home »

Sumut

Sihar: Harus Berapa Kali DL Sitorus Dieksekusi?

"Apakah seperti penangkapan penjahat-penjahat itu; lututnya dulu ditembak, lalu paru-parunya? Maunya seperti eksekusi narkoba itulah," tanya Sihar.

Sihar: Harus Berapa Kali DL Sitorus Dieksekusi?
Risky Cahyadi
Sihar Sitorus dan perwakilan PT Torganda berkunjung ke Harian Tribun Medan, Rabu (20/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Keluarga DL Sitorus meminta pemerintah segera segera menghadirkan solusi yang tuntas dan berkeadilan dalam sengketa Register 40 di Kabupaten Padang Lawas.

Pernyataan ini disampaikan pemilik PT Torganda itu, Sihar Sitorus, saat berkunjung ke Tribun Medan, Rabu (20/5/2015). Bersama dengan adiknya yang juga aktif mengurus perusahaan, Hakim Sitorus, dan perwakilan PT Torganda lainnya, Ricky Sitorus dan Saluhut Napitupulu, Sihar mendatangi beberapa media massa di Medan dengan tujuan “memperkaya informasi” seputar kasus yang sedang jadi sorotan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini.

Sihar mengatakan, belum dieksekusinya putusan Mahkamah Agung yang menyatakan Darianus L Sitorus bersalah melakukan tindak pidana mengerjakan dan menggunakan kawasan hutan secara tidak sah terjadi karena carut-marutnya produk hukum di Indonesia.

“Kalau sampai saat ini belum dieksekusi, itu bukan karena Pak DL Sitorus kuat atau hebat. Itu karena produk hukum yang tumpang tindih. Sebelumnya, MA juga sudah memutuskan bahwa Koperasi (KPPS) Bukit Harapan adalah pengelola sah perkebunan itu,” katanya.

MA menghukum Sitorus dengan penjara delapan tahun dan pidana denda sebesar Rp 5 miliar dan telah dijalani Sitorus selama sekitar lima tahun. Selain itu, seluruh barang bukti yang telah disita akan dirampas untuk negara (Departemen Kehutanan). Barang bukti tersebut berupa perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan Padang Lawas Sumatera Utara seluas 23.000 ha yang dikuasai oleh KPKS Bukit Harapan dan Torganda beserta seluruh bangunan di atasnya, serta perkebunan kelapa sawit di kawasan Padang Lawas seluas 24.000 ha yang dikuasai oleh Koperasi Parsub dan PT Torus Ganda beserta seluruh bangunan di atasnya.

Menurut Sihar, sejak putusan itu, telah keluar dua kali perintah eksekusi.

“Yang pertama, eksekusi administrasi. Lalu ini saya dengar lagi ada eksekusi manajemen. Sebenarnya berapa kali Pak DL Sitorus akan dieksekusi sih? Apakah seperti penangkapan penjahat-penjahat itu; lututnya dulu ditembak, lalu paru-parunya. Maunya seperti eksekusi narkoba itulah. Sekali saja dan selesai,” ujarnya.

Menanggapi makin gencarnya pemberitaan tentang rencana pemerintah yang akan segera melakukan ekseskusi, Sihar berharap ini adalah solusi yang berkeadilan.

Menurutnya, kawasan hutan lindung yang masuk dalam penunjukan dalam Register 40 luasnya sekitar 177 ribu hektar. Ia mengingatkan, selain lahan perkebunan yang dikelola PT Torganda dan mitranya yang seluas 47.000 hektar itu, ada juga perusahaan-perusahaan lain yang punya perkebunan kelapa sawit disana.

“Yang 130 ribu hektar itu bagaimana? Harusnya kan hukum itu untuk semua. Oke, kasus perkebunan PT Torganda sudah masuk proses hukum. Tapi perusahaan yang lain bagaimana?” ujarnya. (ton/tribun-medan.com)

Tags
DL Sitorus
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help