Bawaslu Cuma Jadi Penonton

Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Utara, Aulia Andri mengaku menyerahkan sepenuhnya "macetnya" dana untuk panwas kabupaten/kota

Bawaslu Cuma Jadi Penonton
TRIBUN MEDAN / FAHRIZAL FAHMI DAULAY
Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan (pakai jilbab) saat diskusi di Ruang Rapat Redaksi Tribun Medan bersama anggota KPU lainnya seperti Aulia Andri, Hardi Munthe dan Julius Turnip (Tim Asisten) Senin (8/12/2014) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Wesly Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Utara, Aulia Andri mengaku menyerahkan sepenuhnya "macetnya" dana untuk panwas kabupaten/kota kepada pemerintah. Pasalnya hingga saat ini dana operasional panwas tak kunjung cair.

Aulia mengaku tak mau lagi berdebat dan mengeluarkan ancaman untuk menarik diri dari pilkada karena menurutnya hanya buang-buang waktu karena ancaman yang ditebar tak menuai respon apapun.

"Capek kita menebar ancaman, toh ngak ditanggapi juga," katanya, Rabu (3/6/2015).

Untuk itulah Aulia mengaku mengembalikan peraturan tersebut kepada pemerintah karena jelas tertulis pada UU no 15 tahun 2011 bahwa penyelenggara pemilu ada dua yakni KPU dan Bawaslu sebagai peyelenggara teknis dan pengawasan.

Selain itu "keberadaan" bawaslu menurutnya juga "diakui" UU 8 tahun 2015 yang menyatakan bahwa anggaran untuk penyelenggaraan pilkada diatur lewat APBD.

"Kan sudah jelas bahwa pendanaan KPU dan Bawaslu dari APBD," katanya.

Aulia juga memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menilai hal yang terjadi apakah pemerintah telah memperlakukan bawaslu secara adil atau tidak.

"Yah kita kayaknya cuma nengok-nengok aja ini," katanya.

(Wes/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved