Pilkada Serentak

Eldin: Mengatasi Pedagang Harus Pelan-pelan

Eldin menyadari bahwa masalah penataan pedagang sudah berlarut-larut. Namun, menurutnya, yang membuatnya tak kunjung tuntas adalah justru pedagang.

Eldin: Mengatasi Pedagang Harus Pelan-pelan
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Pasangan bakal calon (balon) Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin - Akhyar Nasution saat berdiskusi di Kantor Harian Tribun Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (19/8/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Bakal calon Wali Kota Medan petahana, Dzulmi Eldin menyebut bahwa mengatasi masalah pedagang tidak dapat dilakukan dengan cara sporadis. Menurutnya, perlu pendekatan halus agar tidak terjadi bentrok.

"Kita memang membuat satu aturan, kalau langsung-langsung nanti bisa bentrok. Karena masyarakat ini memandang seolah-olah kita mau menghabisi pedagang. Padahal kita bukan mau gusur," ujarnya, saat berdiskusi di Kantor Harian Tribun Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (19/8/2015).

Eldin menyadari bahwa masalah penataan pedagang sudah berlarut-larut. Namun, menurutnya, yang membuatnya tak kunjung tuntas adalah justru pedagang itu sendiri.

"Kita sudah siapkan solusi. Kalau memang mereka gak mau di sana (Tuntungan), kita siapkan di Denai. Di sana ada pasar swasta. Seringkali ini pedagang berdagang dengan pedagang Pedagang buku sudah kita siapkan fasilitas. Tapi mereka berkelahi lagi," katanya.

Terkait pembangunan halte bus trans Mebidang, kata Eldin, pihaknya tak dapat membangun secara banyak lantaran masih menunggu bantuan bus dari pemerintah pusat.

"Pemerintah pusat sudah disiapkan tapi saya gak tahu. Karena katanya mau dikasih 30 bus. Karena kalau kita bangun haltenya sekarang banyak-banyak takutnya mubazir," ujarnya.

Berbagai persoalan yang belum tuntas, kata Eldin, akan dilanjutkannya jika ia terpilih. Salah satunya adalah soal kemacetan.

"Mengatasi kemacetan memang tidak hanya soal kendaraan dan jalan saja. Tapi juga penyuluhan kepada masyarakat. Jadi jangan semua penduduk harus punya kendaraan. Atau boleh punya, tapi jangan semua keluar rumah," katanya.

Terkait banyaknya jalan rusak, menurut Eldin, Pemko Medan tidak lantas bisa mengatasi lantaran terbentur wewenang.

"Kota kita ini tidak hanya diatur oleh wali kota aja. Ada tiga, Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan Pemerintah Pusat. Masyarakat kan gak tahu. Tahunya walikota aja. Karena kalau yang bukan kewenangan kota kita gak boleh melakukannya. Nanti jadi dianggap penyalahgunaan anggaran," katanya.

Eldin menambahkan, ia tak ingin bermuluk-muluk dalam memaparkan program.

"Saya berprinsip untuk tidak muluk-muluk. Saya hanya ingin bersinergi untuk meningkatkan lagi apa yang sudah kita rintis," ujarnya. (amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved