HUT Tribun Medan

Chef Farah Quinn Berbagi Cerita Selama Tinggal di Amerika Serikat

Chef selebritis Farah Quinn tampak semringah menyapa penggemarnya di acara Anniversary Tribun Medan ke 5 dan 16 Tahun Alfamart,

Chef Farah Quinn Berbagi Cerita Selama Tinggal di Amerika Serikat
jefri/tribun-medan.com
Chef Farah Quinn demo memasak di atas panggung utama kegiatan Family Funday Hut Tribun Medan ke-5 di Lapangan Merdeka, Minggu (27/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Chef selebritis Farah Quinn tampak semringah menyapa penggemarnya di acara Anniversary Tribun Medan ke 5 dan 16 Tahun Alfamart, Family Funday di Lapangan Merdeka, Minggu (27/9/2015) siang. Dalam kesempatan tersebut Farah Quinn berbagi cerita selama tinggal di Amerika Serikat.

Tepat memasuki panggung utama Chef berdarah Sumatera Selatan ini langsung menyapa belasan ribu peserta Family Funday. Ia pun, langsung meminta seorang peserta untuk mendampinginya memasak di atas panggung utama. Di sela-sela kegiatan memasak Farah pun berbagi pengalaman saat mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam.

"Saya orang Pelembang, ketika Sekolah Dasar (SD) di Bengkulu, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jambi dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandung. Tatkala SMA dekat sekolah ada kegiatan pertukaran pelajar ke Amerika," ujarnya kepada peserta Family Funday.

Selain itu, lanjut dia, selepas dinyatakan lulus pertukaran pelajar ke Amerika, ia langsung memberikan kabar baik kepada orangtua yang sedang bertugas di Jambi. Namun, ketika hendak pergi, dia pernah ketinggalan pesawat dan menelepon orangtua.

"Saya telepon orangtua sembari menangis saat ketinggalan pesawat dan ibu saya akhirnya ikut nangis. Setelah beberapa tahun tinggal di Amerika, saya memutuskan untuk kuliah di sana. Saat itu, saya ambil jurusan keuangan dan orangtua saya juga sangat mendukung," katanya.

Dia menambahkan, tidak lama mengikuti perkuliahan mendapat kabar bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis moneter. Karena itu, orangtuanya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) menyatakan tidak mampu untuk memenuhi biaya kuliah di Amerika.

"Orangtua saya menyatakan enggak ada uang. Tapi, saya masih senang tinggal di Amerika sehingga saya berpikir keras harus bisa bayar uang kuliah sendiri. Saya pengin mendapat uang bayaran tapi tak merasa bekerja. Sehingga, saya memutuskan selanjutkan sekolah sesuai hobi saya dan saya ambil sekolah masak," ujarnya.

Ia mengaku, selama tinggal di Amerika bekerja di restoran agar dapat memenuhi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan secara mandiri. Karena itu, ia bisa sukses menjadi chef hingga sekarang ini.

(tio/tribun-medan.com)

Penulis: Jefri Susetio
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help