Pilkada Binjai

Dhani Setiawan Sebut Infrastruktur Era Idaham di Binjai Selama Ini "Bocor"

Debat Kandidat yang dilakukan Komisi Pemilhan Umum (KPU) Binjai yang dilakukan di lantai dua Grand Aston Medan

Dhani Setiawan Sebut Infrastruktur Era Idaham di Binjai Selama Ini
Debat Kandidat yang dilakukan Komisi Pemilhan Umum (KPU) Binjai yang dilakukan di lantai dua Grand Aston Medan 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Debat Kandidat yang dilakukan Komisi Pemilhan Umum (KPU) Binjai yang dilakukan di lantai dua Grand Aston Medan tampaknya menjadi ajang saling serang antar pasangan calon (paslon) nomor urut satu dan nomor urut tiga.

Serangan pertama tampak ketika pasangan nomor urut satu HM Idaham dan Timbas Tarigan memberikan pertanyaan Insfrastruktur dan surfrastruktur dalam realisasi pembanguan Kota Binjai.

Dimana saat itu pasangan nomor urut tiga Dhani Setiawan yang mewakili saleh Bangun, mengatakan sistem Insfrastruktur dan surfrastruktur di Binjai selama ini bocor.

Ia mengambil contoh perbaikan jalan umar baki yang kerap diperbaiki tapi kembali rusak karena bebasnya truk kelebihan muatan melintas disana dan parahnya tahun depan jalan tersebut kembali rusak.

"Kalau seperti ini kita kan selalu cost the money. Seharusnya anggaran tersebut bisa dipergunakan ke yang lain seperti kesejahteraan masyarakat. Untuk itu perlu peraturan yang ketat," terangnya

Sementara itu pasangan nomor urut dua Juliadi dan Muhammad tulen, ketika menjawab pertanyaan tersebut selalu mengatakan kata simple.

"Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya simple. Satu yang pasti akan kita lakukan dan pastinya saya garansi dengan cari membuat ijin semudah-mudahnya untuk investasi," jawabnya

Yang saat ini sambung Juliadi yang diinginkan masyarakat, agar perekonomian di binjai kembali normal sehingga semakin menumbuhkan daya beli masyarakat.

"Satu lagi yang diinginkan masyarakat itu, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas," terangnya.

Sementara itu, dalam sesi debat tersebut Juliadi mempertanyakan bagaimana cara pemerintahan kota menangani dampak minimarket terhadap usaha kecil.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut pasangan nomot urut satu dan tiga kembali mengeluarkan pendapat yang bertolak belakang.

Dhani saat itu menjawab hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan. Pasalnya saat ini sambung Dhani peran pemerintah kota harus bisa memberikan pelatihan untuk menjadikan tantangan usaha kecil.

"Tentunya perkembangan, mini market, seluruh kota di Indonesia, ini suatu tantangan bagi usaha kecil menengah dalam menghadapi mini market. Pemenrtintah kota juga harus mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi MEA," terangnya.

Penulis: M Azhari Tanjung
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved