Eka Modifikasi Mobil dengan Konsep Japanese Development Market

Demi hobinya ia memodifikasi mobil Suzuki Swiftnya menjadi konsep Japanese Development Market (JDM) dengan tema fresh daily.

Eka Modifikasi Mobil dengan Konsep Japanese Development Market
Tribun Medan/ Nikson Sihombing
Adhina Asyari Harahap memeragakan sebagai model dengan duduk di atas kap mobil Suzuki swift milik Muhammad Eka Habibie Hasyim Purba. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Eka Habibie Hasyim Purba satu dari dua puluh lima orang yang tergabung dalam Swift Club Indonesia (SCI) Chapter Medan. Ia sudah sudah hobi otomotif sejak tahun 2010 ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Demi hobinya ia memodifikasi mobil Suzuki Swiftnya menjadi konsep Japanese Development Market (JDM) dengan tema fresh daily.

Pria yang akrab disapa Eka ini menjelaskan tertarik menggunakan konsep JDM fresh daily karena ingin lebih nyaman berkendara. Ia juga beranggapan dengan tema fresh daily membuat tampilan mobilnya lebih segar dan enak dilihat.

"Mobilku ini dicat dengan warna biru laut atau Blue Atlantic.Kalau kita melihat warna Blue Atlantic seakan berada di laut. Warnanya juga bisa berubah warna. Birunya kehijauan jika siang, dan biru total jika malam," katanya saat dijumpai di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara  (USU), Rabu (23/12/2015)

Ia mengatakan dulunya ia memakai konsep stance. Namun karena merasa kurang nyaman dan tidak cocok dipakai sehari-hari, ia pun menggantinya. Konsep JDM itu sudah dipakainya sejak dua bulan terakhir.

"Dengan konsep JDM ini aku sudah lebih nyaman jika mau pergi ke kampus. Jadi aku tidak perlu milih-milih jalan. Kalau berlubang tetap bisa jalan, kalau konsep Stance dulu gak bisa ," ujarnya.

Untuk memberikan kesan tambahan konsep JDM ia menambahkan karbon pada kap mobil. Ciri khas karbon pada konsep JDM tidak harus di kap mobil tapi juga bisa dibuat di kaca spion, spoiler, pintu bagasi, fender. Bahkan juga bisa ditambahkan di dasbor dan panel pintu mobil sebagai tambahan bagian interior.

"Tapi saat ini aku masih pakai di kap mobil aja. Rencananya mau tambah juga di bagian lain selain kap mobil. Tapi intinya aku jadi lebih senang pakai konsep JDM karena nyaman untuk kendaraan sehari-hari dan nyaman untuk kendaraan untuk perjalanan jauh," katanya.

Ia bercerita untuk total keseluruhan ia mengabiskan biaya sekitar Rp 35 juta. Itu adalah biaya untuk ganti cat, knalpot, audio, velg, kap mesin, jok dan lain-lain. Namun ia mengerjakannya secara bertahap.

Agar tidak suntuk di jalan ia menambahkan perangkat audio tambahan. Beberapa diantaranya ialah Twitter, power, Speaker pabrikan Vox Altitude. Sedangkan head unit ia menambahkan Clarion.

Alasan ia menambahkan itu karena perjalan dari rumah ke kampusnya cukup jauh. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 40 sampai satu jam. Menurutnya dengan waktu 40 menit sudah bisa mendengar puluhan lagu dan biasa membuatnya lebih rilkes.

"Kalau di mobil aku lebih suka dengar musik genre lagu Electric Dance Music (EDM) dan pop. Kalau pagi aku biasa mendengarkan lagu EDM agar lebih semangat dan Pop di malam hari agar rileks," ujarnya.

Ia juga menjelaskan juga sering mendengarkan lagu di mobil bersama temannya ketika akan pergi nongkrong. Jadi sembari menuju tempat nongkrong ia berserta teman-temannya biasanya bernyanyi di dalam mobil.

(cr6/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved