TribunMedan/
Home »

Sumut

Ini Jawaban Hillpark Sibolangit Soal Penipuan Voucher Murah

Menurut dia, ketidakberlakuan voucher tersebut di awal tahun baru telah tertera di dalam voucher tersebut, meski dengan kalimat yang abstrak.

Ini Jawaban Hillpark Sibolangit Soal Penipuan Voucher Murah
Tribun Medan/Abul Muamar
Para pengunjung Hillpark mengangkat tiket sebagai tanda kecewa karena merasa telah ditipu oleh voucher murah yang dijual oleh pihak Hillpark, Sibolangit, Deliserdang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Staf Marketing Hillpark Sibolangit, Melanie membenarkan bahwa voucher murah hillpark yang dijual melalui salesman (penjual) di tempat-tempat keramaian memang resmi dari Hillpark.

Namun, ia menampik tuduhan bahwa pihaknya telah melakukan penipuan atas tidak berlakunya voucher tersebut pada saat liburan tahun Baru 2016. Menurut dia, ketidakberlakuan voucher tersebut di awal tahun baru telah tertera di dalam voucher tersebut, meski dengan kalimat yang abstrak.

Seperti diketahui, di dalam voucher murah Hillpark yang dijual Rp 100 ribu di berbagai tempat, hanya tertera 'Tidak berlaku untuk Lebaran pertama dan kedua/ event-event tertentu'.

www.tribun-medan.com menyaru pembeli saat mendapatkan konfirmasi dari pihak Hillpark Sibolangit. Oleh Melanie, dijelaskan bahwa pihak Hillpark bekerja sama dengan PT Mitra Abadi Sukses (MAS) sebagai rekanan yang menjualkan voucher tersebut.

"Tanggal 1,2,3 (Januari) voucher itu tidak berlaku karena ada event. Apa kemarin tidak dijelasin sama salesnya? Kemarin kami jelaskan sama pihak MAS-nya itu. Jadi mereka yang jelaskan ke pembeli. Kan kami ada peraturan dan tata caranya. Di situ dibuat tidak berlaku di Lebaran 1,2,3, terus event-event tertentu. Nah, event tertentu itu kan saat ini ada Magic Show. Terus ketentuan tiket dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu itu juga sudah ada. Kan gitu," ujar Melanie.

Apa tidak khawatir disangka penipuan?

"Tidak. Karena, kan, kami peraturannya sudah jelas. Mungkin salesnya itu yang tidak memberitahukan," ujar Melanie.

Kenapa tidak diberitahukan melalui media massa?

"Begini, kami sudah beritahu ke pihak penjual voucher, agar semua pembeli tiket harap dihubungi. Mereka bilang, sudah dihubungi. Saya sih sudah menjelaskan. Walaupun tidak tersampaikan pada saat pembeli membeli voucher itu, pihak sales kita hubungi, agar menghubungi pembeli-pembeli diberitahu. Kalau kita sih hanya pemberitahuan ke mereka (pihak sales) saja, karena mereka yang menjual. Gitu. Karena kan mereka ada nomor kontak pembeli. Setiap orang yang membeli diminta nomor kontaknya. Jadi pihak salesnya itu udah ada nomor masing-masing customer-nya," kata Melanie.

"Itu salesnya bukan kami langsung. Itu pihak ketiga. MAS itu. Kami kerjasama dengan mereka. Mereka menjualkan voucher supaya tamu datang ke Hillpark. Kami sudah jelaskan ke mereka, agar dikasih tahu customer yang sudah membeli voucher, bahwa tanggal 1,2,3 tidak berlaku," tambahnya.

Namun, seorang pengunjung Hillpark yang telah dikecewakan, Ganda, membantah pernyataan pihak Hillpark tersebut.

"Mana ada ah! Enggak ada saya diberi tahu. Kapan pula. Malah salesnya pun yang bilang vouchernya bisa dipakai untuk tahun baru, supaya kami tergiur. Pokoknya enggak ada pemberitahuan. Memang nomor HP saya diminta. Dan nomor dia juga ditinggalkan di situ. Tapi enggak ada saya dihubungi. Itu sudah jelas penipuan. Itu kan alasan mereka saja mau ngelak-ngelak," ujar Ganda. (amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help