Hipertensi Tak Berarti Pantang Garam Sama Sekali

Jika dikonsumsi secara berlebihan, garam dapat menahan cairan di dalam tubuh sehingga menyebabkan volume darah meningkat.

Hipertensi Tak Berarti Pantang Garam Sama Sekali
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Jika dikonsumsi secara berlebihan, garam dapat menahan cairan di dalam tubuh sehingga menyebabkan volume darah meningkat. Namun, bukan berarti orang yang hipertensi tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali.

"Mengurangi konsumsi garam bukan berarti tidak makan garam sama sekali. Tidak dianjurkan selalu makan yang tawar semua," ujar dr Tunggul D Situmorang SpPd-KGH dalam acara jumpa pers the 10th Scientific Meeting InaSH 2016 di Jakarta akhir pekan kemarin.

Tubuh bisa lemas hingga hilang kesadaran jika berpantang garam terlalu ketat. Tunggul menjelaskan, konsumsi garam per hari yang dianjurkan yaitu hanya 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam, yang setara dengan 1 sendok teh.

Sayangnya, kebanyakan orang tak menyadari batasan konsumsi garam sehingga terjadi kelebihan dalam tubuh. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengonsumsi garam berlebih.

"Kalau makanannya sudah terasa asin, berarti garamnya terlalu banyak. Stop kalau terasa asin," kata Tunggul.

Hal senada dikatakan dr Arieska Ann Soenarta SpJP (K). Menurut dia, jika selalu konsumsi makanan yang hambar tanpa garam, justru bisa menurunkan kualitas hidup.

"Garam juga penting bagi tubuh, tapi jangan berlebihan. Kuncinya adalah keseimbangan dalam kehidupan ini," kata Arieska.(*)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help