TribunMedan/

Batu Belah di Hutan Belantara Sibolangit Tingginya Sampai 10 Meter

Batu Belah tidak berada jauh seperti Air Terjun Dua Warna yang mencapainya butuh waktu 4-5 jam tracking. Hanya 20-30 menit dari pos masuk.

Batu Belah di Hutan Belantara Sibolangit Tingginya Sampai 10 Meter
Tribun Medan/Silfa Humairah

Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLANGIT - Hutan Belantara kawasan Jagawana atau lebih tepatnya jalur masuk ke Air Terjun Dwi Warna, Sibolangit, kini menjadi sohor karena keberadaan Batu Belah.

Unik, karena tinggi batu yang mencapai sekitar 10 meter ini terbelah seperti halnya sedang berdiri diantara tebing tinggi.

Batu belah ini hanya memilik celah tidak sampai 1 meter, alias wisatawan yang melewatinya pun terlihat tampak seperti terjepit apalagi jika dilewati dua orang, pasti terasa sempitnya bukan main.

Wisatawan biasanya berfoto ria memperlihatkan pose sedang memanjat tebing atau pura-pura terjepit dengan ekspresi beragam.

Batu tersebut memiliki panjang sekitar 8 meter dan ditumbuhi lumut di tiap pinggirannya. Sehingga bagi pendatang yang mencoba memanjatnya pun bakal kesulitan, karen tidak seperti tebing yang memiliki pijakan tanah atau batu yang bersekat, Batu Belah berkontur datar yang licin seperti halnya batu sungai.

Walaupun tidak bisa melakukan kegiatan naik ke atas batu, tapi pengalaman saat menyambangi Batu Belah memberi kesan sendiri. Karena sekitarnya terdapat pohon menjulang tinggi dan tanaman hutan dengan semak belukar yang tinggi pula. Jadi dipastikan pengalaman ke Batu Belah memberi sedang menjelajah alam berbeda dengan berfoto di tengah batu tersebut.

Tia, pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, yang sedang melakukan praktik untuk ekstrakurikuler tour wisata atau menjelajah, menuturkan hutan kawasan Jagawana memiliki keunikan tersendiri karena banyak akar yang menonjol keluar hingga pohon bambu nan tinggi yang berada di sekitar Batu Belah.

"Batu yang memiliki tinggi seperti tebing ini keren untuk dokumentasi foto penjelajahan, karena bentuknya unik seperti dibelah du dengan rapi," tambahnya.

Untuk mencapainya pun terbilang mudah, tapi sedikit menerima perlakukan penduduk yang meminta pungutan. Seperti halnya di gerbang pintu masuk hutan, ada post Muel yang meminta retribusi masuk per orang Rp 5 ribu dan jasa pemandu Rp 200 ribu untuk penyediaan 1 pemandu menjelajah objek wisata seperti Batu Belah, Air Terjun Dwi Warna dan Pasir Putih.

Jika ingin masuk hutan sendiri, tentu akan meringankan biaya. Tapi anda harus nekat mencari jalan sendiri karena banyak belokan dan rute tracking yang terpecah-pecah alias terbagi empat rute.

Batu Belah tidak berada jauh seperti Air Terjun Dua Warna yang mencapainya butuh waktu 4-5 jam tracking. Hanya 20-30 menit dari pos masuk.

Jika post sedang ramai, anda bisa ikut rombongan lain jika tujuannya sama dan patungan untuk membayar pemandu. Semakin ramai, jika ada banyak peserta laki-laki, jasa pemandu yang dibutuhkan sebaiknya menggunakan 1 pemandu dan patungan membayar pemandu lebih murah.

Untuk mencapainya dari Medan, anda bisa naik bus jurusan Kabanjahe di Terminal Simpang Pos Simalingkar dengan ongkos Rp 15 ribu. Berhenti di Perkemahan Sibolangit dan berjalan sekitar 2 kilometer atau menggunakan jasa ojek yang kadang tersedia dengan biaya Rp 5 ribu. Atau menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, akses jalan ke sana cukup besar walaupun sedikit ada beberapa jalan yang belum diaspal. (sil/tribun-medan.com)

Penulis: Silfa Humairah
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help