Bibit Topaz Permudah Akses Petani Sawit
Lidya Veronica Ginting, mengatakan, pemakaian bibit Topaz, merupakan upaya agar masyarakat dapat meningkatkan produksi kebun sawit.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Humas Asian Agri, Lidya Veronica Ginting, mengatakan, pemakaian bibit Topaz, merupakan upaya agar masyarakat dapat meningkatkan produksi kebun sawit, serta membuka dan mempermudah akses petani sawit.
"Saat ini, momentum penting untuk intensifikasi kebun rakyat, yang akan memasuki masa replanting. Periode replanting merupakan suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk menggantikan tanaman yang produktivitasnya rendah, dengan benih baru yang memiliki potensi produktivitas yang tinggi," ujarnya melalui telepon selular, Jumat (18/3/2016).
Selain itu, dijelaskannya, Asian Agri kini mengelola 160 ribu hektare kebun sawit. Sebanyak 60.000 dari lahan yang dikelolanya, merupakan lahan milik petani dengan pola kerja sama kemitraan plasma.
Saat ini, sebagian besar areal kebun petani plasma tersebut, akan memasuki masa peremajaan ataupun replanting. Agar kesuksesan ini terus berlanjut, maka Asian Agri akan terus melakukan berbagai innovasi, untuk dapat memaksimalkan produksi kebun petani binaannya.
"Salah satu yang kami lakukan, memanfaatkan momentum replanting untuk menggunakan bibit unggul kelapa sawit Topaz. Saat ini kebun-kebun inti Asian Agri, juga sudah menggunakan bibit unggul Topaz, dan hasilnya sangat memuaskan," bebernya.
Dalam peningkatan produksi pada tingkatan petani sawit, Asian Agri melakukan berbagai upaya. Salah satunya, melalui uji bibit sawit unggul yang bersertifikasi, Asian Agri memberikan serta mengajak petani untuk menggunakan bibit sawit unggul Topaz.
(raj/tribun-medan.com)