KPK: Jika Mau Lanjutkan Proyek Hambalang, Kasus yang Belum Selesai Perlu Dipertimbangkan

Kasus Proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang hingga saat ini masih dalam pengembangan oleh

KPK: Jika Mau Lanjutkan Proyek Hambalang, Kasus yang Belum Selesai Perlu Dipertimbangkan
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kasus Proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang hingga saat ini masih dalam pengembangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menuturkan, sebelum ada keputusan dari pemerintah untuk melanjutkan proyek tersebut, perlu ada beberapa hal yang dipertimbangkan. Termasuk kasusnya yang belum selesai.

"Jika proyek akan dilanjutkan, silakan merujuk pada pendapat ahli yang sudah diaampaikan dalam persidangan kasus ini," tutur Yuyuk saat dikonfirmasi, Sabtu (19/3/2016).

Selain status pengembangan kasusnya yang belum selesai, beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah mengenai kelayakan proyek dan kepemilikan aset.

"KPK tidak ingin kerugian negara berulang dalam kasus ini," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, meninjau langsung lokasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016).

Jokowi datang ke Hambalang untuk melihat langsung kondisi bangunan yang sampai saat ini masih terbengkalai. Dia mengaku, masih memikirkan apakah megaproyek yang menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun dari anggaran negara ini perlu dilanjutkan atau tidak.

"Perlu keputusan apakah dilanjut atau tidak. Kalau dilanjut untuk apa. Apakah masih untuk sekolah olahraga, atau mungkin diubah menjadi tempat Pelatnas. Atau bisa juga menjadi rusunawa," ucap Jokowi.(*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved