TribunMedan/

Curi Ban Mobil, Syahrial Babak Belur

Syahrial mengaku mencuri ban bersama temannya bermarga Tamba. Namun, ketika ditangkap warga, temannya berhasil meloloskan diri dari sergapan warga.

Curi Ban Mobil, Syahrial Babak Belur
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Syahrial dan ban mobil pick up yang dicurinya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / DedybKurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Syahrial (33), warga Jalan Seksama, Gang Mukmin No. 5, Kelurahan Sitirejo lll, Kecamatan Medan Kota terpaksa digelandang ke Mapolsek Patumbak karena tertangkap tangan mencuri ban dari sebuah gudang yang berada di Jalan Selamat, Kelurahan Harjosari ll, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (12/4/2016)

Di kepolisian, Syahrial mengaku mencuri ban bersama temannya bermarga Tamba. Namun, ketika ditangkap warga, temannya berhasil meloloskan diri dari sergapan warga.

Syahrial yang babak belur dihajar warga mengaku dirinya baru sekali mencuri ban mobil untuk dijual kepada yang membutuhkannya. Dirinya terpaksa melakukan pencurian karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di rumahnya. Syahrial beedalih ibunya saat ini sedang menderita suatu penyakit, sedangkan ayahnya telah meninggal dunia. Dikatakanya, bahwa dirinya anak paling tua dan mempunyai tiga orang adik yang belum bekerja, jadi untuk makan keseharian dialah yang bertanggungjawab.

Lebih lanjut diakuinya, bahwa dirinya selama ini bekerja di Pekan Baru membuat taman bunga di rumah-rumah warga.

"Selama ini saya bekerja di Pekan Baru membuat taman bunga di rumah-rumah warga yang membutuhkanya, pak," terangnya.

Sedangkan korban, Sahat Marpaung (30), warga Jalan Selamat, Kelurahan Sitirejo ll, Kecamatan Medan Amplas ketika membuat pengaduan di Polsek Patumbak mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukumnya kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim, AKP Ferry Kusnadi kepada wartawan di ruang kerjanya membenarkan penangkapan terhadap Syahrial dalam kasus pencurian 1 Ban mobil Pick Up merk Achilles lengkap dengan pelaknya.

"Sebenarnya pelakunya dua orang. Tapi yang satunya lagi berhasil melarikan diri, yakni marga Tamba (DPO)," kata kanit.

Ditambahkanya, bahwa tersangka dikenakan pasal 363 (1) sub 362 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help