TribunMedan/

Siap-Siap, Pekan Depan Digelar Upacara Kasada Bromo

Ritual adat turun temurun Yadnya Kasada Bromo atau Kasodo (Kasada) akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Juli 2016. Ritual tersebut akan dilaksanaka

Siap-Siap, Pekan Depan Digelar Upacara Kasada Bromo
Kompas/Iwan Setiyawan
Sejumlah warga berebut menangkap sesaji yang dilemparkan suku Tenggger ke kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, pada puncak perayaan Yadnya Kasada, Minggu (6/9/2009). Yadnya Kasada merupakan ritual warga suku Tengger dengan melarung hasil bumi atau ternak ke kawah Bromo sebagai wujud penghormatan terhadap nenek moyang mereka. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Ritual adat turun temurun Yadnya Kasada Bromo atau Kasodo (Kasada) akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Juli 2016. Ritual tersebut akan dilaksanakan oleh suku Tengger yang ada di 38 desa di empat kabupaten Jawa Timur yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan rangkaian acara Yadya Kasada Bromo yang diselenggarakan adalah Jalan Santai Pakai Sarung pada Sabtu, 16 Juli 2016 mulai pukul 06.00 hingga selesai dimulai dari Rest Area Cemoro Lawang dan berakhir di Lava View Gunung Bromo, Fashion Show Sarung dari pukul 09.00, dan Off Road dari Rest Area Cemoro Lawang dan berakhir di Lava View Gunung Bromo mulai pukul 07.00 WIB.

Ada juga Bromo Trails di Lapangan Desa Wonokerto, Sukapura pada Minggu, 17 Juli 2016 mulai pukul 18.00 WIB, Pawai Obor dari Balai Desa Wonokerto menuju Ngadisari mulai pukul 18.00 WIB, Resepsi Yadnya Kasada bertempat di Pendopo Agung, Ngadisari, Sukapura pada Rabu, 20 Juli 2016, dan Pemberangkatan Persiapan Upacara Ritual Upacara Yadnya Kasada mulai pukul 02.00 WIB dini hari.Anung saat dihubungi KompasTravel, Jumat (15/7/2016) malam, mengatakan bahwa penyelenggaraan ritual adat itu akan berlangsung pada 20-21 Juli 2016. Anung menyebutkan wisatawan dapat mengikuti rangkaian acara Yadnya Kasada Bromo. Setiap tahunnya ritual Kasodo menarik kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

"Semua rangkaian acara bisa diikuti oleh wisatawan," kata Anung.

Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kennedie mengatakan, Yadnya Kasada Bromo tetap dilaksanakan meski Gunung Bromo berstatus waspada. Pihaknya mengimbau, agar wisatawan tetap menjauhi kawah dalam radius satu kilometer."Ritual Kasada kan memang adat mereka (suku Tengger). Pihak Taman Nasional tetap menghimbau wisatawan sesuai rekomendasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Nanti ketika ritualnya, kita akan perketat pengamanan dan tambah personil di lapangan karena pengunjungnya akan banyak," jelas John saat dihubungi KompasTravel, Jumat (15/7/2016) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat di Gunung Bromo serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.

Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo digelar setahun sekali setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger. Upacara sesembahan atau sesajen ini adalah untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur, terutama Roro Anteng dan Joko Seger.

Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Dalam ritual ini, suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, dan bahkan uang ke kawah gunung tersebut.(*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help