Ada Triknya Agar Foto Liburan Anda Enggak "Cupu"!

Berfoto dan memotret ketika traveling bukan lagi sekadar soal menyimpan kenangan manis, tetapi juga eksistensi wisatawan saat berlibur. Terlebih lagi,

Ada Triknya Agar Foto Liburan Anda Enggak
Thinkstock
Mendapatkan foto wisata terbaik tidak melulu bergantung pada keadaan sekitar. Wisatawan hanya harus jeli dan lihai memanfaatkan apa yang ada di depan mata. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berfoto dan memotret ketika traveling bukan lagi sekadar soal menyimpan kenangan manis, tetapi juga eksistensi wisatawan saat berlibur. Terlebih lagi, ada anggapan bahwa keindahan matahari terbenam di pantai yang Anda lihat tak akan berarti jika belum dipamerkan di media sosial.Sayangnya, wisatawan sering kali "tersandung" saat ingin menangkap momen. Entah karena tidak biasa mengambil gambar, cuaca buruk, atau ramainya lokasi wisata, bisa membuat Anda sulit bergerak bebas. Akhirnya, hasil foto terlihat "cupu" alias culun punya lantaran Anda gagal mengambil gambar.

Sebenarnya, mendapatkan foto wisata terbaik tidak melulu bergantung pada keadaan sekitar. Wisatawan hanya harus jeli dan lihai memanfaatkan apa yang ada di depan mata. Bahkan, dengan kamera ponsel pun Anda bisa menghasilkan gambar bak hasil foto profesional asal menguasai triknya.

Kunci pertama, jangan pernah terburu-buru dalam mengambil gambar. Percayalah, asal menjepret foto malah akan membuat hasil foto Anda standar.

Ambil contoh ketika wisatawan berkunjung ke pantai Kuta, Bali. Setiap hari, setidaknya ada seribuan orang datang ke salah satu pantai paling terkenal di Pulau Dewata ini. Artinya, bisa jadi Anda berbagi objek foto serupa dengan seribuan turis lain itu.

Untuk mendapatkan hasil foto yang unik, jangan sungkan mengambil foto dari berbagai angle. Daripada memotret pantai dan orang saja, tambahkan sedikit bumbu. Misalnya, gelar perlengkapan berjemur Anda, lalu tempatkan di sudut kiri gambar sebagai fokus pertama selain pantai. "Jepret" kamera ketika ombak berdebur keras untuk kesan dramatis.

Sesekali, gunakan hati untuk mengambil foto. Wisatawan tak perlu memotret setiap sudut kota tujuan, tetapi berhentilah ketika ada hal yang mampu membuat Anda tertegun.

Percayalah, gambar terbaik akan datang dari waktu atau momen paling berkesan dalam liburan. Momen ini bisa datang dari ketidaksengajaan melihat gelak tawa para ibu penjaja jasa pijat dan manicure saat beristirahat di pinggiran pantai.

Atau, pemandangan syahdu pasangan orangtua muda yang sedang menemani balitanya belajar berenang. Ekspresi-ekspresi mereka dapat menjadi poin lebih dari foto Anda.

Kenali juga golden hour atau waktu terbaik tempat wisata yang akan Anda datangi juga penting agar mendapatkan foto terbaik. Datanglah ke Jepang pada Maret hingga April, misalnya, untuk memotret bunga sakura tepat pada saat mereka sedang bermekaran.

Atau sebaliknya, kunjungi negara itu pada Februari sehingga Anda bisa memotret diri ketika bermain ski pada waktu salju sedang tebal-tebalnya.

Halaman
12
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help