TribunMedan/

Din Syamsuddin: Wacana Sekolah Sehari Penuh Perlu Dipertimbangkan

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, program sekolah sehari penuh yang diwacanakan oleh Menteri Pendidikan

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, program sekolah sehari penuh yang diwacanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi perlu dipertimbangkan untuk memajukan kualitas pendidikan nasional.

"Sesungguhnya gagasan Mendikbud perlu dipertimbangkan. Jangan apriori dengan langsung menolak atau menerima," kata Din di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (27/8/2016), seperti dikutip Antara.

Din berpendapat bahwa penggunaan istilah "full day school" sesungguhnya terlalu berlebihan.

Menurut dia, Mendikbud seyogianya cukup menggunakan istilah penambahan alokasi waktu sekolah.

"Mungkin istilahnya agak didramatisasi saja. Karena tidak mungkin sekolah dari jam enam sampai jam enam lagi," kata dia.

Jika maksudnya untuk penambahan waktu sekolah, menurut Din, gagasan itu patut dipertimbangkan.

Menurut dia, banyak lembaga pendidikan yang sukses menerapkan metode pendidikan yang padat dan berisi, termasuk di lingkungan Muhammadiyah dan non-Muhammdiyah.

Seperti di pesantren, menurut dia, bahkan bukan hanya metode sekolah sehari penuh yang diterapkan, melainkan "sekolah sehari semalam penuh".

"Saya produk pesantren. Saya belajar 24 jam. Oleh karena itu jangan apriori untuk menolak, didalami terlebih dahulu segala sesuatu tentu ada baik dan buruknya," katanya.

Meski demikian, lanjut Din, apabila wacana itu diterapkan, tentu didahului dengan perencanaan dan infrastruktur yang matang, termasuk kesiapan guru.

"Hemat saya kalau bangsa ini mau maju ke depan memang harus mau banyak belajar dan meluangkan banyak waktu untuk pendidikan nilai," katanya. (*)

Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help