Survei Buktikan, Target Konsumen Fintech Indonesia Ternyata Masyarakat Kelas Menengah

Perusahaan konsultan internasional Deloitte baru-baru ini mempublikasikan laporan survei bertajuk Fintech Indonesia Survey 2016.Dalam survei tersebut

Survei Buktikan, Target Konsumen Fintech Indonesia Ternyata Masyarakat Kelas Menengah
Dok. 3C Wireless
Solusi perbankan ATM Wireless dari 3C Wireless di acara Indonesia Fintech Festival & Conference yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) pada 29-30 Agustus 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com, TANGERANG SELATAN - Perusahaan konsultan internasional Deloitte baru-baru ini mempublikasikan laporan survei bertajuk Fintech Indonesia Survey 2016.Dalam survei tersebut dijelaskan tentang tantangan dan kondisi industri layanan jasa keuangan berbasis teknologi alias Fintech di Indonesia.

Menurut survei yang dilakukan terhadap 70 perusahaan Fintech Indonesia tersebut, ditemukan bahwa ternyata mayoritas target konsumen Fintech Indonesia adalah masyarakat kelas menengah.

Selain itu, konsumen yang disasar adalah mereka yang telah memahami dunia digital dan mencapai tingkat literasi keuangan yang cukup baik.

"Sebanyak 24 persen target konsumen adalah profesional muda dan adalah segmen konsumen yang paling populer di antara perusahaan Fintech Indonesia," tulis Deloitte dalam laporannya yang diterima Kompas.com, Selasa (30/8/2016).

Adapun segmen konsumen terbesar kedua yang disasar oleh perusahaan Fintech di Indonesia adalah kaum millenial, dengan persentase mencapai 12 persen. Kaum "zaman sekarang" ini dinilai sangat mahir memanfaatkan fitur-fitur digital.

Dari sisi pendapatan, segmen masyarakat yang paling disasar perusahaan Fintech Tanah Air adalah masyarakat berpenghasilan menengah, yakni 32 persen. Segmen kedua terbesar adalah masyarakat berpendapatan menengah ke atas, dengan persentase 26 persen.

Adapun masyarakat berpenghasilan rendah hanya memperoleh persentase 18 persen. Masyarakat berpenghasilan tinggi mencapai 15 persen dan sangat tinggi mencapai 9 persen.

Apabila dilihat dari tingkat literasi keuangan, perusahaan Fintech Indonesia paling banyak menyasar konsumen dengan tingkat literasi keuangan yang cukup, yakni 43 persen.

Kemudian, golongan konsumen yang paling banyak disasar berikutnya adalah mereka yang memiliki tingkat literasi keuangan rendah, yakni 40 persen.(*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved