Warga Adukan Pengelola MMTC ke DPRD Deliserdang
"Dulu mau hujan sederas apapun enggak pernah kami kebanjiran. Tapi sekarang, baru dua jam saja hujan, rumah kami sudah tergenang," kata Johan.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Puluhan warga Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan unjukrasa ke Kantor DPRD Deliserdang Senin, (5/9/2016). Mereka datang karena menyebut saat ini sering mengalami banjir khususnya dialami warga yang tinggal di Dusun III.
Warga menyebut kalau penyebab dari ini semua adalah karena sikap kesewenang-wenangan pihak Medan Mega Trade Centre (MMTC) yang sekarang menutup saluran air. Dikatakan kalau sudah hampir tiga tahun lamanya warga menderita karena banjir.
"Dulu mau hujan sederas apapun enggak pernah kami kebanjiran. Tapi sekarang, baru dua jam saja hujan, rumah kami sudah tergenang. Kami minta supaya parit yang ditutup dibongkar kembali,"ujar salah satu warga, Johan.
Kehadiran MMTC sendiri disebut warga tidak ada memberikan manfaat besar bagi warga. Malah disebut karena adanya MMTC warga menjadi sengsara.
"Sebetulnya persoalan ini sudah pernah kami sampaikan kepada Kepala Desa tapi Kepala Desanya pun gak berpihak. Masa didepan kantor Desa parit yang ditutup itu diapun diam,"teriak warga.
Setelah sekitar 15 menit berorasi di depan kantor DPRD 10 orang perwakilan wargapun diterima aspirasinya oleh dewan. Ada empat orang anggota DPRD yang menerima aspirasi warga yakni Jasa Wardani Ginting, Henry Dumanter, Erwan dan Edison Marpaung. (dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demo_mmtc_20160905_130325.jpg)