TribunMedan/

Malang, Setelah Membuat Laporan Perampokan, Willy Kembali Dirampok

Warga Jalan Besar Deli Tua ini dirampok sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu 48 jam.

Malang, Setelah Membuat Laporan Perampokan, Willy Kembali Dirampok
Tribun Medan/Joseph Wesly Ginting
Willy (kemeja putih) sesaat setelah melaporkan peristiwa perampokan yang dialaminya di Polsek Patumbak. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Joseph Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Malang betul nasib yang dialami Willy. Warga Jalan Besar Deli Tua ini dirampok sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu 48 jam. Setelah harus merelakan sepeda motornya digasak kawanan begal, dia juga harus kehilangan telepon seluler yang dirampas para preman.

Kepada wartawan, Willy mengatakan harus merelakan sepeda motor Verza putih miliknya yang bernopol BK 6031 AGB setelah diancam bunuh oleh enam pemuda yang tak dikenalnya. Saat itu, Minggu (25/9/2016) sekitar pukul 23.30 WIB, dia hendak mencari makan karana kelaparan.

Dengan berat hati pria lajang ini pun menyerahkan kendaraanya tersebut dan ditinggal di pinggir jalan. Tidak ingin kendaraanya hilang begitu saja, Willy pun bergegas menuju Kantor Polisi Sektor Patumbak untuk mengadukan peristiwa yang menimpanya.

"Karena saya tidak membawa surat-surat kendaraan, petugas menyuruh saya mengambil berkas kendaraan saya terlebih dahulu," katanya.

Pada hari Selasa (27/9/2016) sekitar pukul 15.00 pria yang saban hari membantu usaha keluarga berjualan cakwe tersebut pun datang ke Polsek Patumbak untuk melaporkan peristiwa perampokan yang sebelumnya sempat tertunda.

Usai membuat laporan pengaduan, Willy pun bergegas menaiki angkot menuju Terminal Terpada Amplas (TTA). Saat menunggu angkot yang melewati kediamannya, dia dihampiri oleh dua pemuda sembari meminta rokok.

Namun saat dijelaskan dia tidak merokok, ke dua pemuda tersebut justru merogoh kantongnya dan mengambil telepon seluler ZTE miliknya dan pergi meninggalkannya.

Karena tidak mampu berbuat apa-apa, Willy pun kembali memutuskan kembali ke Polsek Patumbak dan melaporkan peristiwa tersebut.

Kanit Reskrim AKP Ferry Kusnadi ketika dikonfirmasi terkait pengaduan Willy membenarkan.

"Pengaduannya telah diterima, dan sekarang anggota masih melakukan cek TKP guna memastikan pengaduan korban, apakah benar Willy dirampas atau ini rekayasanya saja," katanya, Rabu (28/9/2016). (wes/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help