Travel

Indahnya Senja di Festival Lovely Raja Ampat

Semuanya dilakukan demi kabupaten tercinta, Raja Ampat yang kembali menggelar acara Festival Lovely Raja Ampat.

Indahnya Senja di Festival Lovely Raja Ampat
Kompas.com/Silvita Agmasari
Senja di Pantai WTC, Raja Ampat saat pembukaan Lovely Raja Ampat 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com, WAISAI - Derap kaki yang lincah, tabuhan tifa nan dinamis, serta alunan musik mengiringi tarian 150 siswa sekolah Waisai, Raja Ampat, Papua Barat. Hari itu, Selasa (18/10/2016) mereka tampil maksimal mengenakan busana khas Papua dengan hiasan di kulit dan ragam aksesori etnik.

Semuanya dilakukan demi kabupaten tercinta, Raja Ampat yang kembali menggelar acara Festival Lovely Raja Ampat. Festival Lovely Raja Ampat sejatinya adalah festival rutin tahunan. Tahun ini festival memasuki tahun ketujuh pelaksanaan.

Festival ini selalu dinanti-nantikan masyarakat lokal. Sekitar 2.000 pengunjung memadati pembukaan Festival Lovely Raja Ampat di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC). 

Lovely Raja Ampat dibuka oleh tarian kolosal para siswa, yang diiringi lagu medley. Dari lagu Papua hingga lagu Melayu. Tak ada lagu sendu yang mendayu, semua ceria. Dari tarian ini Raja Ampat seakan mengisyaratkan keramahan mereka pada para pendatang dari berbagai latar belakang.

Pembawa acara menyebutkan tarian ini merupakan lambang dari empat pulau besar di Raja Ampat, Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool yang bersatu demi kemajuan Raja Ampat.

Penonton dibuat terkagum melihat tarian para siswa ini, sampai Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi yang turut hadir, tak sungkan memberi pujian bagi para siswa yang menari. 

"Raja Ampat ditetapkan oleh pemerintah sebagai destinasi pariwisata di Indonesia. Karena penetapan inilah kita berkumpul di sini untuk merayakan pelaksanaan Lovely Raja Ampat ketujuh," kata Abraham. 

Dalam sambutannya, Abraham bernostalgia ketika tahun 1993 ia mengunjungi Pantai Waisai, tempat ia berdiri. "Saat itu saya duduk di pantai Waisai dan berpikir suatu hari daerah ini akan maju. Waisai akan menjadi sebuah kota yang ramai," kata Abraham.

Kompas.com/Silvita Agmasari Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi mbuka acara Lovely Raja Ampat 2016.

Tak kuasa menahan haru, ia akhirnya menangis. "Dua bulan lagi masa jabatan saya akan habis, tapi ini bukan pertemuan terakhir. Kita akan bertemu kembali suatu hari di sini, di pantai ini," kata Abraham terisak.

Raja Ampat, bukan hanya bagi Abraham tetapi bagi banyak orang adalah destinasi wisata yang istimewa. Terdiri dari 1.846 pulau, dengan 80 persen daerahnya adalah perairan dan 20 persen adalah daratan, membuat Raja Ampat menjadi habitat bagi 75 persen coral dunia.

Raja Ampat jadi impian bagi penyelam kelas dunia sampai wisatawan lokal yang tertarik menjelajah daerah Indonesia yang disebut oleh Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi.

Jelang festival Raja Ampat, sudut Pantai Waisai Torang Cinta dipugar dengan ornamen khas dan didirikan puluhan stan untuk mengenalkan hasil kerajinan serta kuliner Raja Ampat ke wisatawan domestik maupun asing.

Festival Lovely Raja Ampat diselenggarakan dari tanggal 18-21 Oktober 2016. Hari pertama telah selesai, matahari turun perlahan memberi suasana senja yang magis dengan semburat lagit bewarna jingga, merah, dan biru.(*)

Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help