Hari Sumpah Pemuda
Napak Tilas Peringatan Sumpah Pemuda, Berikut Ringkas Rangkumannya
Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.
TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya akhir bulan Oktober datang Juga.
Kalau ingat-ingat bulan Oktober, event tahunan apa yang kamu ingat pertama kali?
Oktoberfest? atau Halloween?
Kalau yang terlintas pertama kali di otak kamu adalah dua hal tersebut, maka kamu udah terlalu kebarat-baratan deh!
Masak kamu sampe kelupaan kalo ada peristiwa peringatan Sumpah Pemuda di bulan Oktober sih!
Wah, buat kamu yang mungkin kurang nasionalis dan udah lupa-lupa sama sejarah Sumpah Pemuda, berikut ini adalah kisah singkat soal awal terjadinya sumpah yang terjadi pada tanggal 28 Oktober tersebut.
Seperti di ketahui di masa lalu sebelum merdeka , Bangsa Indonesia yang sangat luas dengan berbagai suku bangsa, budaya ,bahasa,dan agama memiliki kekayaan alam mlelimpah ruah yang menarik minat para penjajah.Penjajahan yang berlangsung berabad-abad ini merajalela karena faktor kelengahan dalam hal persatuan antara golongan di masa dahulu.
Tak mau lama dijajah terus menerus, akhirnya Pelajar-Pelajar Indonesia dari seluruh wilayah Nusantara menggelar Kongres Pemuda di Batavia (Jakarta) pada tanggal 27-28 Oktober 1928.
Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lain sebagainya.
Selain itu, kongres ini juga dihadiri pengamat dari pemuda Tiong Hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Melalui kongres tersebut, munculah keputusan untuk membuat Sumpah Pemuda yang ditulis oleh Moehammad Yamin.
Sumpah Pemuda sendiri ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres.
Saat menyodorkan kertas ini, Moehammad Yamin membisikkan Soegondo kalimat berikut: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini).
Melihat rumusan yang dianggap brilian, Soegondo pun membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.
Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sumpah-pemuda_20161028_070526.jpg)