Breaking News

Digusur, Nasib Warga Bantaran Rel di Kolong Jembatan

Buku-buku, tas hingga aneka mainan ditumpuknya menjadi satu tanpa tanpa memperhatikan susunannya.

Digusur, Nasib Warga Bantaran Rel di Kolong Jembatan
Tribun Medan / Joseph
Boru Manalu sedang merapikan barang-barang di rumahnya di pinggiran rel kereta api jalan Karantina, Rabu (23/11/2016). Rumah keluarganya satu di antara ribuan rumah yang akan digusur dari stasiun besar hinga Brayan.(Tribun Medan / Joseph) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Boru Manalu terlihat sibuk menata barang-barang di dalam rumahnya di depan rel kereta api jurusan Medan-Belawan di Jalan Platina, Rabu (23/11/2016).

Sembari mengantongi handphone Nokia biru, tangannya tetap sibuk meraih barang-barang yang ada di ruang tamu.

Barang-barang yang dia kumpulkan dia masukkan ke dalam kardus. Buku-buku, tas hingga aneka mainan ditumpuknya menjadi satu tanpa tanpa memperhatikan susunannya.

Baca: Karena Warga Takut, Korban Tabrak Kereta Api Sempat Dibiarkan

Sedangkan kasur, bantal, selimut dan bed cover dia letakkan di atas kursi plastik.

Sesekali dia meraih handpone terebut dan memutus percakapan sebelumnya. Tangannya yang kurus pun menekan tombol handphone.

"Tulang di mana. Cepat bantu aku angkat barang," katanya.

Pria yang disebut tulang pun berjalan masuk ke dalam rumah dan mengangkati barang.

Murni kembali melanjutkan obralan sebelumnya dengan orang di ujung telpon.

"Kalau mati nanti telpon ini. Habis batreku ya. Listrik sudah dimatikan," katanya.

Kepada www.tribun-medan.com, wanita bertubuh kurus ini mengaku tidak tau akan tidur di mana. Dengan ketus, dia mengatakan mungkin dia akan tidur di kolong jembatan.

(wes/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved