Home »

Sumut

Ketua Fraksi Demokrat Akui Banyak Pelanggaran saat Musda

"Saya pikir wajar, karena ada memang beberapa yang tidak pas, karena ketika itu saya juga ikut memimpin rapat Musda," Mustofawiyah.

Ketua Fraksi Demokrat Akui Banyak Pelanggaran saat Musda
Tribun Medan / Array
Puluhan kader Partai Demokrat Sumut saat menggelar aksi di depan kantor DPD Demokrat Jl STM Medan. Sebanyak 12 DPC Demokrat Sumut menggugat kepemimpinan JR Saragih, Selasa (29/11/2016). (Tribun Medan / Array) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut, Mustofawiyah, menyatakan sepakat dengan tuntutan massa aksi Forum Penyelamat Partai Demokrat Sumut agar Jopinus Ramli Saragih atau JR Saragih dievaluasi dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumut periode 2016-2021.

Mustofawiyah menyebut terdapat berbagai pelanggaran dalam proses pemilihan ketua yang dilakukan pada Musyawarah Daerah (Musda) III DPD Demokrat Sumut di Hotel Polonia Medan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa(18/10/2016) lalu. Pada Musda itu, Mustofawiyah bertindak sebagai Steering Committee pelaksaan Musda.

"Saya pikir wajar, karena ada memang beberapa yang tidak pas, karena ketika itu saya juga ikut memimpin rapat Musda. Banyak pelanggaran-pelanggaran. Saya sepakat itu," ujar Mustofawiyah saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumut, Selasa (29/11/2016) petang.

Baca: JR Saragih Kalahkan Ketua Petahana

Menurut Mustofawiyah, beberapa di antara berbagai pelanggaran yang disebutnya itu adalah pelaksanan voting secara terbuka dan penolakan proses verifikasi suara oleh beberapa kader.

Selain itu, katanya, terdapat pemilih ganda yang turut dihitung dalam proses pemilihan. Hal ini dianggap telah menyalahi tata tertib yang telah disahkan.

"Sebenarnya kalau calon yang double dukungan maka harus didiskualifikasi. Ini diatur tata tertib yang sudah disahkan," ujarnya.

Pada proses pemilihan, kata Mustofawiyah, setiap calon harus memiliki perolehan suara di atas 30 persen agar dapat melewati tahap selanjutnya. Sedangkan pada waktu itu, calon yang memenuhi ketentuan tersebut adalah Tengku Milwan.

"Kemarin sudah umumkan kalau yang tidak pemilik suara ganda itu Tengku Milwan dengan 11 suara, JR Saragih 6 dan Rahmat Hasibuan 0. Tapi ada pendukung yang langsung menganulir dan meminta votingsecara terbuka," ujarnya.

Baca: JR Saragih Dituding Gunakan Cara Kotor Saat Musda Demokrat

Setelah voting digelar terbuka, JR Saragih dinyatakan keluar sebagai calon dengan perolehan suara menggungguli dua rivalnya, yakni Tengku Milwan dan Rahmat Batubara.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help