Kasus Ahok

Pengacara Bingung, Proses Kasus Ahok Supercepat

Penyidik Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Agung pada Jumat (25/11/2016).

Pengacara Bingung, Proses Kasus Ahok Supercepat
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berkampanye di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016). (Kompas.com/Kurnia Sari Aziza) 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pengacara Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sirra Prayuna, bingung dengan proses hukum kliennya yang dirasa terlalu cepat.

Penyidik Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Agung pada Jumat (25/11/2016).

Sedianya, jaksa peneliti butuh waktu 14 hari untuk mempelajari berkas perkara untuk menilai apakah sudah lengkap atau akan dikembalikan untuk dilengkapi.

Ternyata, hanya berselang empat hari kerja, Kejaksaan Agung mengumumkan bahwa berkas Ahok dinyatakan lengkap atau P21.

Baca: Mengaku Tak Kesulitan, Kejaksaan Agung Tentukan Nasib Berkas Perkara Ahok Besok Pagi

"Saya kira ini proses yang supercepat. Perkara ini adalah catatan akhir tahun perkara tercepat dalam proses penegakan hukum kita," ujar Sirra kepada Kompas.com, Rabu (27/11/2016).

Bergulirnya proses hukum terhadap Ahok terhitung cepat. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak 6 Oktober 2016 dengan 13 laporan polisi yang masuk.

Kemudian, penyidik memutuskan untuk menaikkan status ke tingkat penyidikan pada 16 November 2016 dan menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Berkas perkara dilimpahkan pada Jumat lalu dan hari ini dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Sirra mempertanyakan apakah proses ini bergulir murni atas pertimbangan hukum atau ada tekanan pihak lain.

Ia mengatakan, penanganan perkara hukum apa pun tak bisa diintervensi oleh siapa pun.(*)

Ikuti kami di
Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help