Bank Sumut

Trik Bank Sumut Memasikmalkan 33 Kabupaten dan Kota sebagai Captive Market

Bagaimana caranya? Tentu dengan memperbaiki mutu layanan, meningkatkan competitivenes, serta meningkatkan kemampuan bersaing.

Trik Bank Sumut Memasikmalkan 33 Kabupaten dan Kota sebagai Captive Market
Tribun Medan/ Bank Sumut
PELAYANAN mobile Bank Sumut. (Tribun Medan/ Bank Sumut) 

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari 33 kabupaten dan kota merupakan captive market potensial bagi Bank Sumut. Terlebih-lebih sebagai bank yang lahir dari sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, Bank Sumut semestinya memiliki kesempatan yang lebih dibanding bank-bank kompetitor.

"TINGGAL bagaimana Bank Sumut selalu berbenah memperbaiki layanan kepada masyarakat, karena masyarakat bagaimanapun juga akan mencari layanan yang terbaik dan mudah," kata Direktur Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V Sumbagut, Mulyanto.

Bagaimana caranya? Tentu dengan memperbaiki mutu layanan, meningkatkan competitivenes, serta meningkatkan kemampuan bersaing.

"Dan untuk ini perlu ada perbaikan-perbaikan di internal Bank Sumut. Seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan peningkatan Core Banking," ujarnya.

Dikemukakan Mulyanto lebih lanjut, OJK selaku pengawas telah melakukan tugas. OJK telah memberikan masukan-masukan kepada pihak Bank Sumut.

Di antaranya adalah penerapan manajemen risiko dan penguatan pelaksanaan good corporate
governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

"Dua hal ini yang selalu kita tekankan kepada direksi dan komisaris Bank Sumut. OJK juga mengomunikasikan kepada pemilik, bahwa bank dengan penerapan manajemen risiko yang kuat dan pelaksanaan GCG yang baik akan secara berangsur menjadi lebih baik kinerjanya," katanya.

Baca Juga: Erry Apresiasi Bunga Kredit SIPP Bank Sumut Sangat Rendah

"Manajemen risiko ini penting. Kan, ada beberapa risiko yang melekat pada aktivitas bank. Misalnya, risiko kredit, salah satu yang paling utama terkait fungsi dan kegiatan Bank Sumut sekarang. Dalam penyaluran potensi untuk
kemudian macet dalam pembayaran selalu ada. Kan, namanya sesuatu yang akan datang itu ada berbagai
kemungkinan, ya. Bisa berhasil atau berhasilnya tidak seperti yang diharapkan, atau bisa juga
sampai ekstremnya gagal," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, risiko gagal bayar dari debitur inilah yang harus sejak awal diantisipasi, sebisa mungkin ditekan.

Untuk itu Bank Sumut perlu melakukan penguatan, perlu melakukan mitigasi. Dalam pemberian kredit perlu dilakukan analisa secara lebih komprehensif yang meliputi lima C dari calon debitur, yakni Character, Capacity,Capital, Condition of Economy, dan Collateral.

"Proses-proses tersebut sejauh ini sudah dilaksanakan oleh Bank Sumut. Berbagai jenis kredit sudah diberikan pelayanannya kepada masyarakat. Sepertikredit modal kerja untuk UMKM, kredit perorangan misalnya kredit multiguna untuk pegawai negeri dan kredit pensiunan," kata Mulyanto.

Ada juga kredit berbasis proyek dari pemerintah provinsi dengan surat perintah kerja, kredit coorporate, kredit retail, dan lain sebagainya.

OJK hanya menyarankan untuk ditingkatkan agar hasilnya ke depan jauh lebih baik.

(pra/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help