Ngopi Sore

Payung Pak Jokowi dan Perbuatan Makar

Polisi telah menahan dan memeriksa kesepuluh orang yang diduga melakukan perencanaan makar ini. Konon sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Payung Pak Jokowi dan Perbuatan Makar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
PRESIDEN Joko Widodo bersama Wapres JK serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menghadiri aski Bela Islam III di lapangan Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Aksi ini mendesak pemerintah melakukan penahanan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena diduga melakukan penistaan agama. Aksi ini diisi dengan zikir, doa bersama, dan Salat Jumat. 

AKSI 212 berlangsung dalam tahapan-tahapan yang cantik dan berakhir dengan cara yang cantik dan ini mengingatkan saya pada satu rangkaian adegan paling cantik dalam film The Godfather. Adegan yang kesohor dengan sebutan The Baptism Murders.

Michael Corleone, penerus tahta kerajaan mafia Vito Corleone, menghadiri pembaptisan Michael Rizzi, anak kakaknya, Connie. Michael mengikuti seluruh proses acara tersebut. Tapi di luar gereja, orang-orangnya telah bergerak menghabisi Victor Stracci, Moe Greene, Carmine Cuneo, dan Philip Tattaglia, bos-bos mafia yang ingin mengambil alih kekuasaan "dunia bawah" sepeninggal Don Vito.

Stracci, Greene, Cuneo, dan Tattaglia, menemui ajal, dan Michael, meninggalkan gereja dengan langkah ringan. Selanjutnya, siapapun yang pernah menonton The Godfather tahu bahwa Michael menjadi Don baru, Godfather baru yang meneruskan kekuasaan "dunia bawah" yang dibangun ayahnya.

Saya, tentu saja, tak sedang menyebut --apalagi membanding-bandingkan-- Michael Corleone, karakter fiktif ciptaan Mario Puzzo yang dalam film dihidupkan oleh Al Pacino, dengan Presiden Joko Widodo. Sama sekali tidak. Saya sekadar mengingat adegan itu, dan merasa, betapa polanya cenderung mirip.

Bedanya, dalam tahapan aksi 212 tidak ada pembunuhan. Hanya penangkapan orang-orang yang ditengarai merencanakan makar.

Bedanya lagi, penangkapan tidak berlangsung pada saat Jokowi hadir di kawasan Monas untuk mengikuti doa dan zikir bersama serta Salat Jumat, melainkan sebelum itu. Sepuluh orang, termasuk di antaranya Kivlan Zein, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, dan Ahmad Dhani, ditangkap di beberapa lokasi. Ada yang di kediamannya. Ada yang di hotel.

makarss4
FOTO penangkapan musisi Ahmad Dhani yang beredar luas di media sosial.

Nama-nama ini, terlepas melakukannya dengan cara cerdas atau ngawur, memang dikenal sebagai pengeritik pemerintah. Sri Bintang Pamungkas bahkan sudah mengambil posisi ini sejak era Presiden Soeharto. Pertanyaannya, apakah mengeritik sama dengan makar?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata 'makar' memiliki tiga makna: (1) akal bulus; tipu muslihat; (2) perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya; serta (3) perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Dari makna-makna ini dapat disimpulkan bahwa keduanya berbeda. Kritik adalah tanggapan atau kupasan, kadang-kadang disertai uraian baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Kritik berhenti pada sekadar pemikiran. Sedangkan makar adalah pemikiran yang diikuti perbuatan. Artinya, ada upaya (usaha) di sana.

Dalam kasus kesepuluh orang yang ditahan, bukankah belum ada perbuatan? Jika sisi pandangnya adalah perbuatan sebagai tindakan yang dilaksanakan, maka benar, mereka belum melakukannya.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved