Tukar Uang di Kas Keliling Mulai 19 Desember

"Tahun lalu sebanyak Rp 2,3 triliun. Tahun ini meningkat, kami sudah siapkan Rp 2,4 triliun," kata Difi.

Tayang:
Tribun Medan/Ryan Achdiral Jukskal
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Difi A Johansyah 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara meminta perbankan agar senantiasa memperhatikan pemenuhan ATM, agar tidak terjadi gangguan di mesin ATM tersebut, sekaligus transaksi peredaran uang berjalan lancar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara, Difi A Johansyah mengatakan, Menjelang tutup tahun 2016 ini banyak hari libur, maka diimbau perbankan agar perhatikan ATM,sehingga tidak ada yang kosong. 

"Ya, enggak boleh kosong. Karena kebutuhan masyarakat akan uang ini diprediksi meningkat. Kita prediksi mencapai Rp 2,4 triliun," ujarnya di Pilastro Cafe Medan, Jumat (9/12/2016).

Dikatakannya, pihaknya sudah mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang itu.

Baca: Peredaran Uang Koin Kian Menyusut, Bank Indonesia Gelar Gerakan Peduli Koin

"Tahun lalu sebanyak Rp 2,3 triliun. Tahun ini meningkat, kami sudah siapkan Rp 2,4 triliun. Jika dibanding tahun lalu meningkat sekitar 4 persen," ungkapnya. 

Difi menyatakan, BI sudah mengirimkan surat ke perbankan, dan mengimbau agar jangan terjadi kekosongan kas pada ATM.

BI pun mendorong perbankan untuk menarik uang lusuh dan mengganti dengan uang baru. 

Menurutnya, untuk memperlancar tugas pemenuhan uang kartal, BI sudah melaksanakan pelayanan penarikan oleh perbankan, sejak 5 Desember hingga 30 Desember 2016.

"Masyarakat pun bisa menukar melalui kas keliling mulai 19 Desember 2016 nanti," terangnya. 

Dengan memperhatikan proyeksi kebutuhan uang kartal, untuk melayani masyarakat dalam perayaan natal dan tahun baru, Difi mengimbau perbankan agar tetap memonitoring ATM-ATM agar semua bisa dipergunakam dengan baik. 

Ia menambahkan, uang masuk (inflow) di Sumut saat ini sebesar Rp 27,08 triliun, sedangkan uang keluar (outflow) Rp 13,2 triliun. 

"Kalau inflow ataupun uang masuk lebih besar dari uang keluar," kata Difi.

Disampaikannya, karakteristik dua provinsi di Sumatera yang dimonitoring pihaknya, yakni Sumut dan Sumbar hampir sama yakni uang masuk lebih besar dibanding uang keluar. 

"Kondisi ini terjadi karena memang dua provinsi ini, merupakan daerah perdagangan. Jadi besarnya uang masuk ke Sumut banyak berasal dari luar daerah ini," katanya. (raj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved