TribunMedan/

Jalanan Macet Padahal Gak Ada Kejadian Apa-apa? Ternyata Ini Jawabannya

Fenomena tak kasat mata ini terjadi karena pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan benar.

Jalanan Macet Padahal Gak Ada Kejadian Apa-apa? Ternyata Ini Jawabannya
KOMPAS/AGUS SUSANTO
ILUSTRASI Kemacetan 

TRIBUN-MEDAN.com - Kemacetan sering menjadi hal yang menjengkelkan, tentu. Gara-gara kejebak macet, kita jadi telat kerja atau urusan penting lainnya.

Kemacetan sering melanda kota-kota besar yang memiliki tingkat populasi  tinggi, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan.

Banyak faktor yang menjadi faktor penyumbang kemacetan, mulai dari migrasi, pertumbuhan penduduk, penjualan mobil murah LCGC (low cost green car), namun tahukah Anda bahwa kemacetan sebenarnya terjadi akibat kebiasaan buruk kita, di luar penyebab teknis seperti kecelakaan, traffic light padam.

Namun, kita sering menghadapi kemacetan di jalanan, tapi tanpa penyebab yang jelas, seperti kecelakaan atau mobil mogok di tengah jalan, kenapa seperti itu?

Riplle effect, ya itu merupakan penyebab terbesar kemacetan yang dikarenakan kebiasaan buruk pengendara.

Fenomena tak kasat mata ini terjadi karena pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan benar.

Biasanya ini dilakukan oleh pengendara oportunis dan egois, yang menyalip kiri dan menyalip kanan ketika ada rongga jalan terbuka.

Sehingga pengendara yang berada di belakangnya harus melakukan pengereman mendadak.

Selain disebabkan oleh keegoisan pengemudi yang gak sabaran pengin cepat, ripple effect juga terjadi karena kebiasaan berjamaah untuk kurangnya memberikan jarak pada kendaraan di depan.

Seharusnya, masing-masing kendaraan harus memberikan jarak ideal, sehingga mengurangi peristiwa pengereman mendadak.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Tazli
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help