6 Masalah Kesehatan Bisa Muncul Karena Stres

Stres benar-benar dapat merusak kesehatan tubuh. Dokter Roger Henderson, seperti dilansir dari Dailymail mengatakan, banyak pasien yang tak menyadari

6 Masalah Kesehatan Bisa Muncul Karena Stres
ist
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Stres benar-benar dapat merusak kesehatan tubuh. Dokter Roger Henderson, seperti dilansir dari Dailymail mengatakan, banyak pasien yang tak menyadari bahaya stres bagi kesehatan tubuh sehingga membiarkannya berlarut-larut.

wanita stres banyak pikiran tribun
Ilustrasi

Secara umum, stres bisa membuat sakit kepala lebih sering, susah tidur, hingga mengganggu sistem pencernaan.

Baca: Lelah dan Stres selepas Bekerja? Yuk Lakukan Tips di Bawah Ini untuk Menghalaunya

Roger mengatakan, stres pun bisa memperburuk atau memicu terjadinya suatu penyakit. Setidaknya ada enam masalah kesehatan yang bisa muncul ketika stres melanda.

1. Sindrom iritasi usus besar

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan sakit perut tak tertahankan. Gejala IBS antara lain, perut kembung, diare, ataupun sembelit.

wanita stres karena belum hamil tribunmedan
Ilustrasi.

Para ahli medis mengungkapkan, sebagian besar masalah IBS dipicu oleh kondisi stres seseorang. Ada hubungan yang kompleks antara otak saat stres dengan perut atau usus seseorang. Itulah mengapa, saat stres biasanya perut pun terasa tak enak.

Baca: 10 Gejala Anda Alami Stres Berat

"Perut dan usus dilapisi jutaan sel saraf yang berfungsi untuk mengontrol dan mengatur sistem pencernaan. Sel-sel saraf tersebut akan mengirim pesan ke otak dan juga sebaliknya," kata dokter Roger. 

2. Keringat berlebihan

Suatu hal yang normal ketika keluar banyak keringat saat olahraga atau udara yang sangat panas. Keringat itu dikeluarkan oleh kelenjar ekrin.

Ilustrasi-Wanita-Stress
ilustrasi

Akan tetapi, keringat berlebihan juga bisa terjadi saat stres. Namun, kelenjar yang mengeluaran keringat itu adalah kelenjar apokrin. Apabila kelenjar ekrin lebih banyak mengadung air, kelenjar apokrin lebih banyak mengandung lipid dan protein.

Roger menjelaskan, ketika stres, kelenjar apokrin akan mendorong pengeluaran keringat ke kulit.

3. Gigi gemeretak

Peneliti menemukan hubungan antara stres dengan menggeretakan gigi. Menggertakan gigi atau disebut bruxism menimbulkan gejala sakit kepala, sakit di telinga, otot-otot rahang yang kaku, hingga gangguan tidur.

Halaman
12
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help