Kurang Makan Sayur Hingga Stres Picu Timbulnya Jerawat

Jerawat umumnya tumbuh pada masa pubertas akibat perubahan hormonal. Bila jerawat masih juga sering muncul di usia dewasa, penyebabnya

Kurang Makan Sayur Hingga Stres Picu Timbulnya Jerawat
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Jerawat umumnya tumbuh pada masa pubertas akibat perubahan hormonal. Bila jerawat masih juga sering muncul di usia dewasa, penyebabnya bisa karena hormonal, kebiasaan sehari-hari, sampai pola makan.

Berdasarkan studi yang baru dilakukan, kebanyakan orang dewasa berjerawat karena kurang makan sayur dan buah-buahan. Tingkat stres yang tinggi juga bisa mendorong pertumbuhan jerawat.

Kesimpulan itu dihasilkan dari studi yang dilakukan oleh para peneliti di Italia danmelibatkan 500 wanita berusia di atas 25 tahun.

Ilustrasi jerawat jerawat
Ilustrasi

Peneliti menemukan, wanita dua kali lebih berisiko memiliki kulit berjerawat ketika mereka hanya makan sayuran tiga hari dalam seminggu. Apalagi jika tidak makan sayuran sama sekali. Selain itu, pikiran yang stres berat menyebabkan seseorang berisiko tiga kali lipat memiliki jerawat.

Orang yang kurang makan sayur dan buah-buahan biasanya akan lebih banyak konsumsi makanan yang tidak sehat. Misalnya saja, makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti nasi putih dan makanan tinggi gula.

Ilustrasi jerawat
Ilustrasi

Makanan yang menyebabkan gula darah melonjak cepat itu dinilai bisa memicu peradangan dan meningkatkan kadar hormon yang mengaktifkan kelenjar minyak di kulit.

Ahli dermatologi dari Mount Sinai School of Medicine, New York, Dr Debra Jaliman mengungkapkan, orang-orang yang memiliki kebiasaan makan junk food lebih mudah berjerawat.

Baca: Gunakan Obat Jerawat Saat Hamil Bisa Sebabkan Keguguran dan Bayi Terlahir Cacat

Bila dibandingkan, wanita dewasa juga lebih banyak yang berjerawat ketimbang pria karena ketidakseimbangan kadar hormon.

Riwayat keluarga bahkan dapat menjadi salah satu faktor risiko seseorang masih sering berjerawat saat sudah beranjak dewasa. Dengan berbagai faktor risiko tersebut, kemungkinan memiliki wajah berjerawat akan berlangsung sejak remaja hingga dewasa.

Dampak berjerawat tak hanya mengganggu kesehatan kulit. Menurut British Skin Foundation, wajah berjerawat pun bisa menimbulkan masalah kesehatan mental, khususnya bagi wanita akibat sering diejek atau merasa malu. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help