Presiden Amerika Serikat

Donald Trump Perintahkan Pembangunan Tembok Perbatasan Meksiko

Hari Besar rencan KEAMANAN NASIONAL besok, Di antara banyak hal lainnya, kami akan membangun dinding!" tulis Presiden Trump.

Donald Trump Perintahkan Pembangunan Tembok Perbatasan Meksiko
twitter
Postingan Presiden Trump di Twitter-nya pada Selasa (24/1/2017) malam Waktu AS. 

WAHINGTON DC - Setelah dilantik Jumat (20/1/2017) Waktu Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump langsung memerintahkan pembangunan tembok perbatasan Meksiko, Rabu ( 25 /1/2017). Kebijakan pertama dalam minggu ini, serangkaian untuk menindak imigran dan meningkatkan keamanan nasional Amerika Serikat, termasuk pemotongan jumlah pengungsi dari Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya yang masuk sementara ke Amerika Serikat. Selain itu, perintah antara berbagai arahan keamanan nasional.

Menurut presiden Trump, sedang mempertimbangkannya dalam beberapa hari mendatang, termasuk apakah akan melanjutkan "situs hitam" program penahanan penjara terhadap tahanan rahasia di Teluk Guantanamo, dan apakah menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

"Hari Besar rencan KEAMANAN NASIONAL besok, Di antara banyak hal lainnya, kami akan membangun dinding!" tulis Presiden Trump di Twitter-nya pada Selasa (24/1/2017) malam Waktu AS.

Tembok perbatasan adalah janji kampanye Trump, di mana ia berpendapat sangat penting untuk mendapatkan kontrol atas masuknya imigran gelap ke Amerika Serikat.

Dilansir dari Newyorktimes via email, Rabu (25/1/2017), salah seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, kebijakan ini diambil untuk menghentikan program yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu, yang memberikan perlindungan kepada orang-orang yang paling rentan di dunia, dan saatnya membatasi dan meningkatkan prosedur penyaringan terhadap imigran gelap. Ini akan membuka jalan bagi pemerintah untuk memangkas jumlah pengungsi yang dapat masuknya ke Amerika Serikat dari negara-negara Muslim - termasuk Afghanistan, Irak, Somalia dan Suriah. Langkah tersebut telah dibenarkan untuk menutup akses masuknya terorisme ke Amerika Serikat.

Direktur eksekutif dari Pusat Hukum Imigrasi Nasional, Marielena Hincapie menyebutkan, kalau tindakan yang dianggap diskriminatif Trump tersebut akan mengundang kecaman keras dari dunia internasional, pendukung imigran, juga kelompok hak asasi manusia (HAM).

" Tindakan pertama Trump dalam 100 hari kerja ini ditandai dengan awal tindakan yang sangat memalukan. Banyak orang yang mencari perlindungan di negara ini (AS) sangat memprihatinkan. Semuanya poin hanya untuk larangan Muslim backdoor."" kata Marielena Hincapie.

Berikut sepuluh program kebijakan utama yang akan dijalankan Presiden Donald Trump setelah ia dilantik.
1. Memperkenalkan amendemen konstitusi untuk batas jangka waktu kongres.
2. Membekukan penerimaan pegawai pemerintah federal agar dapat mengurangi pengeluaran gaji, kecuali untuk petugas militer, keamanan publik, dan lembaga kesehatan masyarakat.
3. Menghentikan kebijakan menggunakan jasa eks pejabat Gedung Putih dan anggota kongres menjadi pelobi selama lima tahun setelah pensiun.
4. Mengumumkan rencana renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Kanada dan Meksiko atau menarik diri dari kesepakatan.
5. Secara formal menarik diri dari Trans-Pacific Partnership (TPP).
6. Pembatasan eksplorasi pertambangan batu bara serta pengeboran minyak dan gas alam.
7. Menghapuskan semua hambatan era Presiden Barack Obama terhadap proyek-proyek energi, seperti pipa Keystone XL.
8. Menghentikan pembayaran untuk program perubahan iklim kepada PBB dan mengalihkan dana tersebut untuk program air bersih Amerika Serikat dan membangun prasarana lingkungan.
9. Menghentikan semua pendaan untuk "kota kudus", tempat di mana para imigran ilegal tanpa dokumen ditampung tanpa bisa ditahan petugas.
10. Menjegal imigran dari wilayah yang terkait dengan terorisme. (*)

Penulis: Abdi Tumanggor
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved